Berbagai kejahatan perang dilakukan oleh semua pihak selama Perang Kosovo, yang berlangsung dari 28 Februari 1998 hingga 11 Juni 1999. Menurut Human Rights Watch, sebagian besar pelanggaran disebabkan oleh pemerintahan Slobodan Milošević, terutama dilakukan oleh polisi Serbia, tentara Yugoslavia, dan unit paramiliter Serbia. Selama perang, pasukan rezim membunuh antara 7.000–9.000 warga AlbaniaKosovo,[1][2] terlibat dalam banyak tindakan pemerkosaan,[3] menghancurkan seluruh desa dan menyebabkan hampir satu juta orang mengungsi.[1]Tentara Pembebasan Kosovo (KLA atau UÇK) juga terlibat dalam kekejaman, seperti penculikan dan eksekusi singkat warga sipil.[4]
Targeting History and Memory, SENSE – Transitional Justice Center (dedicated to the study, research, and documentation of the destruction and damage of historic heritage during the Balkan Wars of the 1990s. The website contains judicial documents from the International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY)).