Pada 21 Juli 2025, sebuah jet tempur latih F-7BGI buatan Tiongkok yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Bangladesh jatuh di Sekolah Milestone di Diabari, Uttara, Dhaka.[3][4] Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.18 waktu setempat (BST) saat jet tersebut dilaporkan sedang dalam proses pendaratan di Pangkalan AU BAF Bir Uttom A. K. Khandker, sementara para siswa sedang mengikuti pelajaran di Sekolah Milestone.[5] Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas dan 173 lainnya mengalami luka-luka.[6][7][8][9][10]
Pesawat
F-7 BGI (juga dikenal sebagai J-7BGI) adalah varian dari Chengdu J-7 yang dirancang khusus oleh Chengdu Aircraft Corporation untuk Angkatan Udara Bangladesh. Pesawat ini dikirim pada tahun 2013 dan 2022, dan memiliki peningkatan signifikan dibandingkan F-7BG, termasuk tiga layar multifungsi (MFD) dan radar kendali tembak yang lebih canggih. F-7 BGI merupakan versi tercanggih dari seluruh varian F-7 yang pernah dibuat.[11]
Kecelakaan
Lokasi kecelakaan pesawat
Rekaman CCTV memperlihatkan kecelakaan pesawat
Jet tersebut lepas landas pada pukul 13.06 waktu setempat (BST) dari Pangkalan AU BAF Bir Uttom A. K. Khandker.[12] Letnan Penerbang Toukir Islam sedang menjalani misi solo pertamanya ketika pesawat yang dikemudikannya mengalami malafungsi tak lama setelah lepas landas dalam sesi penerbangan ganda.[13] Pesawat menjadi tidak responsif dan mengalami macet, sehingga ia tidak dapat mengendalikan kembali pesawat tersebut. Menara kontrol memberi instruksi agar ia melakukan pelontaran, tetapi karena ketinggian terlalu rendah, penyelamatan diri tidak memungkinkan dilakukan.[14]
Toukir mencoba mengarahkan pesawat ke area terbuka di wilayah Diabari, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.[15] Jet tersebut menabrak gerbang utama Gedung Haider Ali di Sekolah Milestone, menembus lantai dasar dari satu sisi gedung dan keluar melalui sisi lainnya.[15][16] Sumber militer mengonfirmasi bahwa Toukir awalnya ditemukan masih hidup dengan denyut nadi dan langsung dievakuasi menggunakan helikopter MI-17 ke unit perawatan jantung Rumah Sakit Militer Gabungan di Dhaka. Namun, ia tidak berhasil selamat akibat luka-luka parah yang dideritanya.[14][17]
Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum waktu istirahat sekolah, saat proses belajar-mengajar masih berlangsung.[18] Pesawat latih itu menabrak langsung Blok 7 Sekolah Milestone yang memiliki tujuh lantai, tepat di tiga ruang kelas bagian junior tempat murid dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas III belajar.[19] Tabrakan itu menciptakan lubang di bagian gerbang bangunan dan memicu kebakaran.[20]
Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh melaporkan bahwa tim mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.22 (BST).[21] Sembilan unit pemadam kebakaran dan enam ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian.[19] Dua peleton dari Penjaga Perbatasan Bangladesh juga dikerahkan untuk mengamankan area dan membantu operasi penyelamatan.[22]
Korban
Setidaknya 33 orang tewas, termasuk 29 siswa, dua guru, dan pilot.[23] Lebih dari 171 orang mengalami luka-luka, sebagian besar akibat luka bakar,[15][24] dengan sedikitnya 20 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.[25] Enam puluh korban dirawat di Institut Nasional Bedah Luka Bakar dan Plastik.[26]
Reaksi
Pemerintah Bangladesh menetapkan hari berkabung nasional pada 22 Juli,[27][28] dengan bendera Bangladesh dikibarkan setengah tiang.[29] Penjabat Kepala Pemerintahan Muhammad Yunus berjanji akan mengadakan penyelidikan atas insiden tersebut.[30] Angkatan Udara Bangladesh membentuk komite investigasi tingkat tinggi untuk mencari penyebab kecelakaan.[31] Sebuah kereta Dhaka Metro juga disediakan khusus untuk mengangkut para korban ke rumah sakit.[32]