Bus tersebut dioperasikan oleh Syarikat Kenari Utara dan terdaftar di Kedah.[2] Bus ini disewa oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris untuk melakukan perjalanan dari Jerteh, Kelantan menuju kampus utama universitas tersebut di Tanjong Malim, Perak setelah berakhirnya Idul Adha.[3] Bus seharusnya membawa 44 mahasiswa, tetapi hanya 42 orang yang menaiki bus.[4]
Kecelakaan
Jalan sepanjang Jalan Raya Timur-Barat (kilometer 53) yang terlibat dalam kecelakaan itu digambarkan "gelap, menurun, dan berkelok-kelok", tetapi kondisi jalan selama kecelakaan itu digambarkan "baik".[5] Kecelakaan terjadi pada pukul 1:10 dini hari setelah tengah malam, dan melibatkan 48 orang, dengan 44 dari bus (42 mahasiswa, seorang pengemudi bus dan petugas) dan empat dari minivan.[6]
Rekaman kamera dasbor dari kendaraan di dekatnya menggambarkan bus itu melaju kencang dan mencoba menyalip mobil lain sebelum terbalik dan bertabrakan dengan bagian belakang minivan Perodua Alza dan pagar jalan, tetapi tidak mematahkannya dan tidak jatuh ke jurang.[7] Setelah kecelakaan itu, karena takut terjadi kebakaran, seorang pengemudi di dekatnya berhenti dan mencoba mematikan mesin bus, tetapi tidak berhasil.[8] Sebagian besar korban ditemukan terlempar ke dalam selokan di samping pagar, sementara sebagian besar korban selamat merangkak keluar dari reruntuhan.[7]
Awalnya, 13 orang meninggal, sementara dua orang lainnya dinyatakan meninggal setelah mengalami luka-luka. Jenazah dan korban yang terjebak di dalam bus berhasil dievakuasi setelah petugas pemadam kebakaran memotong bagian belakang bangkai bus.[9]
Keempat penumpang dalam minivan selamat dengan luka yang tidak terlalu serius dan dirawat di Baling.[10] Sebagian besar otopsi korban kecelakaan dilakukan di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun di Ipoh.[11]
Reaksi
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk mengoordinasikan bantuan yang tepat bagi keluarga korban.[12]Nazrin Shah dari Perak menyatakan bahwa insiden tersebut harus menjadi "pelajaran" dan bahwa tindakan pencegahan harus dilaksanakan untuk mencegah kecelakaan seperti itu terjadi.[13] Menteri Pendidikan Tinggi Zambry Abdul Kadir mengumumkan bahwa UPSI telah mendirikan ruang operasi dan saluran telepon darurat, sementara bantuan akomodasi bagi keluarga korban juga dikoordinasikan dengan Politeknik Ungku Omar di Ipoh dan Gerik Community College.[14]
Penyelidikan
Setelah kecelakaan itu, Kepolisian Kerajaan Malaysia menyatakan bahwa satuan tugas khusus akan dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut dengan kerja sama dari Institut Penelitian Keselamatan Jalan Malaysia, Departemen Transportasi Jalan, Badan Transportasi Umum Darat, dan lembaga terkait lainnya.[15] Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa bus terbalik hanya setelah bertabrakan dengan minivan.[16] Beberapa korban selamat mengklaim bus itu melaju kencang, dan tercium "bau terbakar".[6]