Komandan Angkatan Udara Bolivia menyatakan setidaknya ada delapan orang dalam penerbangan tersebut, yang berasal dari Santa Cruz de la Sierra.[2][3] Kementerian Pertahanan Bolivia mengatakan bahwa pesawat tersebut membawa sejumlah uang kertas yang belum diedarkan menuju La Paz[4][3][2] atas nama Bank Sentral Bolivia.[2]
Pesawat
Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan adalah sebuah Lockheed C-130H Hercules berusia 49 tahun, dengan nomor ekor FAB-81.[5]
Kru
Kru di dalam pesawat terdiri dari delapan orang:[6]
Setelah mendarat, pesawat tergelincir keluar landasan, menghancurkan pagar keliling sisi barat terminal bandara. Pesawat kemudian memasuki Avenida Costanera, di mana pesawat menghantam lebih dari selusin kendaraan, termasuk mobil pribadi, kendaraan angkutan umum, dan truk kargo sebelum akhirnya terhenti dalam kondisi hancur berkeping-keping.[7] Saksi mata di Bandara El Alto mengatakan bahwa pesawat jatuh di area dengan lalu lintas tinggi.[8] Pada saat kecelakaan, dilaporkan terjadi "hujan es lebat".[2]
Menurut direktur Dinas Pemadam Kebakaran La Paz dan polisi, 24 orang tewas dan setidaknya 37 orang terluka.[9][10] Setidaknya 23 orang di darat tewas, 4 di antaranya adalah anak-anak.[11][12][13][14] Dari delapan awak pesawat, satu orang tewas dalam kecelakaan itu, sementara enam lainnya selamat dengan luka-luka berat dan dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan intensif. Satu orang masih dinyatakan hilang.[6]
Dampak
Gambar dan video di media sosial menunjukkan uang kertas berserakan di lokasi kecelakaan dan orang-orang di darat tampak mengumpulkan uang tersebut. Kerumunan orang menghambat upaya penyelamatan dan kemudian dibubarkan dengan water cannon oleh aparat. Beberapa mobil juga hancur di lokasi kecelakaan, termasuk satu kendaraan polisi dan tiga ambulans. Beberapa bangunan dirusak.[15][10][7] Lebih dari selusin orang kemudian ditangkap karena mencuri uang kertas. Pihak berwenang membakar uang tersebut di lokasi kecelakaan.[16]
Awalnya, Menteri Pertahanan Marcelo Salinas mengatakan bahwa uang kertas yang belum diedarkan dalam kecelakaan itu tidak memiliki nomor seri.[2] Namun, Bank Sentral Bolivia kemudian menangguhkan status alat pembayaran yang sah untuk pecahan 10, 20, dan 50 boliviano seri 2018 dengan nomor seri berakhiran B, terhitung sejak 28 Februari hingga 2 Maret 2026: Bank Sentral mempublikasikan nomor seri uang kertas yang ada dalam kecelakaan tersebut dan menyatakan uang kertas yang terdampak tidak berharga.[17] Ketika tim penyelamat meninggalkan lokasi pada 1 Maret, para penjarah kembali dan mulai mencuri uang yang terbakar, suku cadang pesawat, dan barang-barang lain dari lokasi, beberapa bahkan menggali di lokasi kecelakaan untuk mencari barang berharga.[18] Operasi di bandara sempat ditangguhkan.[16]
Tanggapan
Presiden Rodrigo Paz menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dalam unggahan di X.[19] Mantan Presiden Jeanine Áñez menyatakan kesedihannya dan memberikan pesan solidaritas kepada keluarga yang kehilangan orang terkasih dalam kecelakaan itu.[20]UskupKeuskupan El Alto, Mgr. Giovani Arana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan korban selamat dari kecelakaan itu, mendorong warga untuk merespons dengan empati dan solidaritas terhadap keadaan darurat apa pun. Ia berkata: "Kita tidak boleh acuh tak acuh terhadap penderitaan orang lain; setiap kehidupan berhak mendapatkan dukungan, belas kasih, dan solidaritas."[21] Berbagai organisasi swasta dan pemerintah meminta bantuan dan donor darah bagi para penyintas dalam kondisi kritis. Kampanye ini dikoordinasikan oleh Bank Darah Rujukan Regional La Paz Hemocenter.[22][2]
Penyelidikan
Pada pagi hari tanggal 28 Februari, Dewan Penyelidik Kecelakaan Penerbangan (AAIB) mengadakan konferensi pers untuk melaporkan penyelidikan yang sedang berlangsung terkait kecelakaan tersebut. AAIB menyatakan bahwa mereka sedang mencari kotak hitam, yang mereka harapkan dapat membantu menentukan penyebab kecelakaan. Kolonel Ricardo Alarcón dari AAIB menyatakan, "Sayangnya, ketika kecelakaan terjadi, masyarakat bereaksi secara impulsif, secara signifikan mengkontaminasi area penyelidikan. Kerusakannya jelas; kami sedang mencari perekam penerbangan, yang Anda sebut kotak hitam".[23] Untuk penyelidikan, mereka memindahkan puing-puing pesawat ke fasilitas yang aman untuk dianalisis. Proses tersebut diamankan oleh personel dari Kepolisian Nasional dan Tentara Nasional.[24]