Kebun botol adalah sejenis terarium tertutup yang biasanya digunakan untuk menanam tanaman. Kebun botol biasanya terdiri dari botol kaca atau carboy[1] dengan leher sempit dan lubang kecil. Tanaman ditanam di dalam botol dengan sedikit atau tanpa paparan lingkungan luar dan dapat ditampung tanpa batas waktu di dalam botol jika pencahayaannya memadai.[2]
Penggunaan
Kebun botol umumnya digunakan sebagai hiasan, atau sebagai taman pengganti di area dengan ruang terbatas, seperti patio yang sempit atau di gedung apartemen bertingkat tinggi.[3] Karena mudah dibuat dan dirawat, kebun botol juga digunakan di sekolah sebagai cara yang ekonomis untuk mempelajari ekosistem miniatur di dalam ruang kelas. Kebun botol juga dapat digunakan sebagai mekanisme kontrol, yang memungkinkan lingkungan internal botol dikontrol dan diisolasi secara efektif dari rangsangan luar. Kebun botol juga telah digunakan untuk produksi sayuran di daerah kering dan daerah dengan kekurangan air, sehingga memungkinkan air dihemat untuk keperluan lain.
Perawatan
Botol berisi tumbuhan Epipremnum aureum ini belum dibuka atau disiram sejak tanaman itu ditempatkan di dalamnya beberapa bulan sebelumnya.
Kebun botol membutuhkan tanah, air, dan cahaya yang esensial untuk kelangsungan hidup tanaman dan organisme lain yang hidup di dalamnya, serta reservoir air, karena air terperangkap di dalam botol dan tidak dapat menguap. Karbon dioksida di udara yang terperangkap digunakan untuk fotosintesis, dan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis digunakan untuk respirasi dan dikeluarkan.[2] Organisme aerobik seperti udang, siput, atau bakteri mengambil kelebihan oksigen ini untuk respirasi mereka sendiri, dan mengembalikan karbon dioksida ke udara. Dengan demikian, kebun botol hampir tidak memerlukan perawatan.
Kebun botol tertua
Kebun botol tertua yang masih ada diduga ditanam pada tahun 1960, dan tetap tersegel dari tahun 1972 hingga setidaknya tahun 2013.[4] Kebun ini diyakini milik David Latimer, seorang pensiunan insinyur dari Inggris, yang menanam Tradescantia dalam botol kaca tertutup sebagai percobaan. Selain disiram sekali pada tahun 1972, botol tersebut tetap tertutup, berfungsi sebagai ekosistem mandiri selama lebih dari enam dekade.[5]