Kebaya noni adalah busana tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara, khususnya dari masyarakat Minahasa. Usai resmi ditetapkan sebagai salah satu daftar representatif warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada Desember 2024, kebaya Indonesia diperkenalkan kembali di berbagai negara.[1]
Sejarah
Kebaya noni termasuk salah satu warisan budaya Sulawesi Utara. Sejak abad ke-19 dan awal abad ke-20, kebaya noni mulai populer di masyarakat Sulawesi Utara dan Maluku yang dibawa oleh para bangsawan dari Eropa.[2]
Kebaya noni dikenal dengan desain khas yang merupakan perpaduan antara pengaruh Eropa dan budaya lokal Minahasa. Setiap helai kain menyimpan makna filosofi tentang ketekunan dan kebanggan terhadap akar budaya.[1]