Pada tanggal 27 November 2025, pukul 14.21 waktu Hong Kong, terjadi kebakaran hebat di kompleks apartemen Tai Po, Hong Kong. Sebanyak 44 orang dinyatakan tewas, 45 orang dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis, dan 279 orang dilaporkan hilang imbas insiden ini. Ratusan orang dievakuasi ke tempat pengungsian darurat terdekat.
Kebakaran di kompleks apartemen Hong Kong bermula dari perancah bambu di luar gedung. Perancah ini terbuat dari tiang-tiang bambu yang dipakai oleh para pekerja selama perbaikan. Pada pukul 14.51 waktu setempat tanggal 26, kebakaran terjadi pada jaring pelindung di luar salah satu bangunan, dan api dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan bangunan di kompleks tersebut. Petugas pemadam kebakaran menemukan bahwa api menyebar dengan sangat cepat ke jaring pelindung, terpal tahan air, dan lembaran plastik di dinding luar bangunan. Api berkobar selama lebih dari 43 jam dan sebagian besar padam sekitar pukul 10.00 pagi tanggal 28.[1]
Latar belakang
Apartemen Wang Fuk Court merupakan kompleks perumahan vertikal yang terletak di Tai Po, Hong Kong. Kompleks ini terdiri dari 8 tower dengan masing-masing setinggi 31 lantai. Total terdapat 1.984 unit yang dapat menampung hingga 4.600 penduduk. Kompleks ini merupakan kompleks perumahan vertikal terbesar di Hong Kong. Kompleks ini mulai dibangun sejak tahun 1983.[2]
Korban
Kebakaran Wang Fuk Court adalah kebakaran lima alarm pertama di Hong Kong sejak kebakaran Cornwall Court tahun 2008,[3] dan kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak kebakaran gudang Wing On tahun 1948 di Shek Tong Tsui yang menewaskan 176 orang.[4][5]
Ada 235 pekerja migran dari Filipina dan Indonesia yang ditugaskan untuk melayani penduduk di Wang Fuk Court. Per 1 Desember 2025, satu warga Filipina dan sembilan warga Indonesia tewas; tiga orang terluka; dan 30 orang masih hilang.[6] Lima pekerja konstruksi juga tewas, setelah mereka gagal memadamkan api dan terpaksa mundur ke dalam rumah.[7]