Pada tanggal 14 Januari, terjadi kebakaran hutan di zona central-surChili (wilayah tengah-selatan Chili), khususnya di Region Ñuble dan Biobío. Kebakaran tersebut menghancurkan sebagian besar kota pesisir Lirquén dan Penco[en]. Total 21 korban jiwa dilaporkan dan 75 lainnya luka-luka. Kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu tinggi, angin kencang, dan kelembapan rendah, telah memicu penyebaran api dengan cepat dari kawasan hutan ke daerah perkotaan. Keadaan darurat ini telah menyebabkan evakuasi massal di beberapa kota di Provinsi Concepción,[2] yang melibatkan puluhan ribu orang.
Latar belakang
Kondisi cuaca di daerah tersebut adalah suhu yang tidak biasa tinggi untuk pantai Biobío, mendekati 26 ºC hingga 28 ºC, dan disertai angin puelche, yang bertiup dari pegunungan ke arah barat laut, dengan hembusan udara panas dan kecepatan mendekati 40 hingga 50 kilometer per jam.[3]
Pada 17 Januari 2026, sebagai tanggapan atas cepatnya penyebaran kebakaran hutan di Wilayah Biobío, Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana[en] (SENAPRED) mulai mengeluarkan serangkaian peringatan darurat dan evakuasi sepanjang hari. Selama sore dan malam hari, lembaga tersebut mengumumkan Peringatan Merah regional di provinsi Concepción dan memperluas cakupannya karena adanya beberapa titik api aktif yang secara bersamaan menimbulkan risiko yang mendesak bagi daerah pemukiman, termasuk Penco, Lirquén, Concepción, dan komune-komune lain di sekitarnya.[4] Melalui Sistem Peringatan Darurat (SAE), SENAPRED mengeluarkan beberapa seruan untuk mengevakuasi daerah-daerah yang terkena dampak kebakaran, termasuk seruan untuk meninggalkan rumah-rumah di daerah-daerah seperti El Durazno dan berbagai desa di Penco. Pada saat yang sama, pihak berwenang mengkonfirmasi evakuasi sekitar 20.000 orang di Penco dan daerah sekitarnya karena risiko terhadap penduduk dan infrastruktur perkotaan, serta menegaskan kembali instruksi kepada penduduk untuk mematuhi petunjuk keselamatan seiring dengan meningkatnya intensitas kebakaran.[5]
Perkembangan
Gambar satelit kebakaran hutan Chili pada 18 Januari
Keesokan harinya, pada tanggal 18 Januari, pasien-pasien Rumah Sakit Penco-Lirquén terpaksa dipindahkan karena risiko api yang dapat merusak infrastruktur kesehatan, serta membahayakan keselamatan staf dan penghuni rumah sakit.[6] Menurut perkiraan Pemadam Kebakaran dan Pemerintah Kota Tomé, antara 80% dan 100% rumah di desa Punta de Parra[es] hancur,[7] sementara di Sungai Lirquén[en], api dilaporkan turun dari bukit hingga mencapai laut, menghancurkan seluruh lingkungan dan membuat ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.[8] Diperkirakan sekitar 80% wilayah perkotaan Lirquén hancur akibat kebakaran.[9] Di komune Penco, kebakaran yang semakin meluas menyebabkan hancurnya rumah-rumah, kerusakan infrastruktur lokal, dan hilangnya area alam yang luas, sehingga memaksa penduduk untuk mengungsi dan pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat. Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap penduduk dan lingkungan komune, dan dianggap sebagai salah satu peristiwa terparah yang tercatat di wilayah tersebut selama tahun itu.[10]
Pada tanggal 19 Januari, pertemuan koordinasi antara Presiden Gabriel Boric dan presiden terpilih, José Antonio Kast, menghasilkan pernyataan bersama kepada pers di Istana La Moneda.[14] Pada pukul 14.09, SENAPRED melaporkan 21 orang tewas, 630 orang mengungsi, 19 tempat pengungsian beroperasi, 1.533 orang menjadi korban, 325 rumah hancur, dan 1.140 rumah sedang dievaluasi.[15][16][17] Selain itu, evakuasi juga diperintahkan di beberapa wilayah Santa Fe, di komune Los Ángeles[en], karena kebakaran yang semakin meluas.[18]
Keadaan darurat semakin memburuk ketika api mulai mengancam daerah perkotaan Gran Concepción. Badan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Bencana mengaktifkan layanan pesan SAE yang meminta evakuasi segera dari daerah Vilumanque dan Villa Universitaria, karena api semakin mendekati rumah-rumah dan asap tebal menyelimuti ibu kota daerah tersebut.[19]
Meksiko: Presiden Claudia Sheinbaum menyesalkan kejadian tersebut dan mengumumkan pengiriman tim darurat dari negaranya untuk membantu memadamkan kebakaran.[20]
Peru: Pemerintah Peru, melalui Kementerian Luar Negeri, mengeluarkan pernyataan yang menyatakan “belasungkawa yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Republik Chile atas kehilangan nyawa yang tragis di wilayah Biobío dan Ñuble, serta menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban dalam situasi darurat ini”.[21]