Keamanan psikologis adalah keyakinan bahwa seseorang tidak akan dihukum atau dipermalukan karena mengutarakan ide, pertanyaan, kekhawatiran, atau kesalahan.[1][2] Dalam tim, ini mengacu pada anggota tim yang percaya bahwa mereka dapat mengambil risiko tanpa dipermalukan oleh anggota tim lainnya.[3] Dalam tim yang aman secara psikologis, anggota tim merasa diterima dan dihormati dan berkontribusi terhadap "pengalaman di tempat kerja" yang lebih baik.[4][5][6]
Keamanan psikologis bermanfaat bagi organisasi dan tim dalam berbagai cara. Ada beberapa konsekuensi yang didukung secara empiris dari sebuah tim yang aman secara psikologis.[7]
Sebagian besar penelitian tentang efek keamanan psikologis berfokus pada manfaat, namun ada beberapa kelemahan yang telah dipelajari.[8]
Penelitian
Keamanan psikologis telah menjadi area diskusi penting di bidang psikologi, manajemen perilaku, kepemimpinan, tim, dan perawatan kesehatan. Hasil dari sejumlah studi empiris yang dilakukan di berbagai wilayah dan negara menunjukkan bahwa keamanan psikologis berperan penting dalam efektivitas tempat kerja (Edmondson dan Lei, 2014).[9] Hal ini secara konsisten memainkan peran penting dengan memfasilitasi ide-ide dan kegiatan-kegiatan untuk usaha bersama. Hal ini juga memungkinkan tim dan organisasi untuk belajar dan bekerja, dan dalam beberapa tahun terakhir, hal ini telah menjadi fenomena organisasi yang lebih signifikan karena meningkatnya kebutuhan akan pembelajaran dan inovasi.
Referensi
↑Cole, Deidra (2019-09-30). "Psychological safety". Stanford BeWell (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-12-20.
↑Leiter, M. P., and H. K. S. Laschinger. "Psychological safety, respect, and values: Foundations of a psychologically healthy workplace." Research Presentation in the Second World Congress on Positive Psychology Philadelphia, PA. 2011.