Kazuko Takatsukasa (鷹司 和子, Takatsukasa Kazuko, 29 September 1929 – 26 Mei 1989), sebelumnya Putri Taka (孝宮和子内親王, Taka-no-miya Kazuko Naishinnō), adalah anak ketiga dan putri ketiga dari Kaisar Hirohito dan Permaisuri Nagako. Ia adalah kakak perempuan dari Kaisar Emeritus Akihito.[1] Ia berasal dari Wangsa Yamato melalui kelahiran dan masuk ke dalam keluarga Takatsukasa setelah pernikahannya.
Biografi
Kazuko lahir di Istana Kekaisaran Tokyo. Selama masa kecilnya, ia menempuh pendidikan di Sekolah Peeress (Gakushuin). Kehidupannya berubah drastis setelah Perang Dunia II, ketika status keluarga kekaisaran dibatasi oleh Konstitusi Jepang yang baru.[2]
Pernikahan dan Kehilangan Status
Pada tanggal 20 Mei 1950, Kazuko menikah dengan Toshimichi Takatsukasa, putra sulung dari mantan bangsawan Nobusuke Takatsukasa. Sesuai dengan Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran tahun 1947, Kazuko harus melepaskan gelar kekaisarannya dan statusnya sebagai anggota keluarga kekaisaran setelah menikah dengan rakyat biasa.[3]
Pernikahan ini sangat menonjol karena Kazuko adalah putri Kaisar pertama yang menikah dengan warga biasa, sebuah langkah yang melambangkan demokratisasi keluarga kekaisaran pasca-perang.[4]
Kehidupan Selanjutnya
Tragedi menimpa Kazuko pada tanggal 28 Januari 1966, ketika suaminya, Toshimichi Takatsukasa, ditemukan tewas akibat keracunan karbon monoksida di rumah selingkuhannya, Michiko Maeda, seorang pemilik bar.[5] Kejadian ini menjadi skandal besar di media Jepang pada saat itu.
Sebagai penganut Shinto, Kazuko menjabat sebagai pendeta wanita tinggi (Saishu) di Kuil Ise antara tahun 1974 hingga 1988, menggantikan bibinya, Fusako Kitashirakawa.[6]
Kematian
Kazuko meninggal dunia karena gagal jantung pada 26 Mei 1989 dalam usia 59 tahun di Rumah Sakit Universitas Tokyo, hanya beberapa bulan setelah kematian ayahnya, Kaisar Hirohito.[6] Ia dimakamkan di pemakaman keluarga Takatsukasa di Kyoto.