Katie Olivia Hopkins (lahir 13 Februari 1975) adalah seorang tokoh media, kolumnis, komentator sosial, dan mantan pengusaha asal Inggris. Ia merupakan peserta kontes pada acara The Apprentice seri ketiga pada tahun 2007, dan menjadi seorang kolumnis surat kabar seiring penampilannya di media. Hopkins mulai menulis di The Sun pada tahun 2013 dan Daily Mail mulai tahun 2015 hingga 2017. Pada tahun 2015, ia membawakan acara televisi gelar wicara, If Katie Hopkins Ruled the World, dan tampil pada acara Celebrity Big Brotherseri kelima belas, berakhir sebagai pemenang kedua. Pada tahun berikutnya, Hopkins menjadi penyiar di stasiun radio LBC dan menjalani operasi otak untuk meringankan gejala epilepsi.[1] Pada tahun 2021, Hopkins bergabung dengan Partai Kemerdekaan Britania Raya (bahasa Inggris: UK Independence Party, UKIP).[2][3]
Pandangan Hopkins secara terang-terangan melalui media sosial—terutama tentang politik, kelas sosial, kegemukan, imigrasi, dan ras—telah menimbulkan berbagai kontroversi, kritik, pengawasan media, masalah hukum, dan kecaman. Ia dituduh rasis dalam komentarnya tentang imigran.[4] Pada tahun 2016, Mail Online wajib membayar ganti rugi kepada keluarga Muslim karena Hopkins telah menuduh mereka sebagai ekstrimis Islam, dan seorang guru, Jackie Teale, dituduh memerintahkan anak sekolah untuk melakukan unjuk rasa melawan Donald Trump di Westminster.[5][6] Pada tahun 2017, ia dipecat dari LBC setelah berkomentar tentang pengeboman Manchester Arena.[7] Ia digambarkan sebagai "komentator politik sayap kanan".[8][9][10] Akun Twitter miliknya ditangguhkan secara permanen pada Juni 2020 atas "pelanggaran terhadap kebijakan".[11] Setelah itu, ia digugat oleh Masjid Finsbury Park karena mengaitkan masjid tersebut dengan serangan terhadap polisi tanpa bukti.[12]