Katherine Louise Bouman (lahir pada tahun 1989) adalah ilmuwan Amerika Serikat dan lektor ilmu komputer di Institut Teknologi California. Dia memimpin pengembangan algoritma untuk pencitraan lubang hitam, yang dikenal sebagai Continuous High-resolution Image Reconstruction menggunakan Patch priors (CHIRP), dan merupakan anggota tim Event Horizon Telescope yang menangkap gambar pertama lubang hitam. Ia meneliti metode komputasional pencitraan dan mengembangkan algoritmanya.[1][2]
Ia dan timnya yang terdiri dari 200 ilmuwan menjadi yang pertama yang berhasil mencitrakan foto lubang hitam, yakni lubang hitam supermasif yang berada pada galaksi eliptis raksasa bernama Messier 87.[3][4]
Institut Teknologi California mempekerjakan Bouman sebagai asisten profesor pada bulan Juni 2019, memberinya jabatan profesor bernama pada tahun 2020. Pada tahun 2021, asteroid 291387 Katiebouman dinamai menurut namanya.[5] Pada tahun 2024, ia mendapatkan gelar profesor madya.
Bouman mengembangkan algoritma bernama Continuous High-resolution Image Reconstruction using Patch priors yang disingkat CHIRP.[20] Algoritma ini dipakai untuk mencitrakan lubang hitam supermasif di dalam inti galaksi Messier 87.
Di MIT, Bouman membuat algoritma untuk menghasilkan gambar lubang hitam pertama yang dirilis bulan April 2019.[21] Algoritma tersebut memberi bantuan komputasional untuk mendalami relativitas umum dalam medan gravitasi kuat.[9][22][23] Algoritma pembelajaran mesin ini mengisi kekosongan data dari berbagai teleskop di seluruh dunia.[1][24] Bouman memandu tim untuk "memeriksa keabsahan gambar dan menyeleksi parameter citra" Event Horizon Telescope.[21] Bouman berpartisipasi dalam pengembangan kerangka pencitraan yang kuat yang membandingkan hasil dari teknik rekonstruksi gambar yang berbeda. Kelompoknya menganalisis gambar Teleskop Horizon Peristiwa untuk mempelajari lebih lanjut tentang relativitas umum dalam medan gravitasi yang kuat.[25]
Bouman mendapat perhatian media yang signifikan setelah sebuah foto, yang menunjukkan reaksinya terhadap deteksi bayangan lubang hitam pada gambar EHT, menjadi viral.[26][27] Beberapa orang di media dan di Internet secara menyesatkan menyiratkan bahwa Bouman adalah "seorang jenius" di balik gambar tersebut.[28][29]
Bouman juga menjadi sasaran pelecehan online, sampai-sampai rekannya Andrew Chael membuat pernyataan di Twitter yang mengkritik "serangan mengerikan dan seksis terhadap kolega dan teman saya", termasuk upaya untuk melemahkan kontribusinya dengan hanya memberikan penghargaan kepada Bouman atas pekerjaan yang diselesaikan oleh tim.[30][31]
Bouman bergabung sebagai lektor di Institut Teknologi California sebagai asisten profesor pada bulan Juni 2019, di mana ia mengerjakan sistem baru untuk pencitraan komputasional menggunakan visi komputer dan pembelajaran mesin.[22][32] Saat ini Bouman bergelar profesor madya ilmu komputasi dan matematika, teknik elektro dan astronomi serta Rosenberg Scholar.[33]Bouman menerima jabatan profesor bernama di Caltech pada tahun 2020. Pada tahun 2021, Bouman dianugerahi Royal Photographic Society Progress Medal dan Honorary Fellowship.[34]
Penghargaan
Bouman diakui sebagai salah satu dari 100 wanita BBC tahun 2019.[35] Pada tahun 2024, Bouman dianugerahi Beasiswa Penelitian Sloan.[36]