Didirikan sebagai Paroki Santo Yosef pada tahun 1873, dan dibangun kembali pada tahun 1951.[5] Statusnya ditingkatkan menjadi katedral setelah berdirinya Keuskupan Taunggyi pada tahun 1961, dan tetap menjadi katedral ketika Paus Yohanes Paulus II menjadikan Taunggyi sebagai keuskupan agung metropolitan pada tahun 1998 melalui bulla Ipso optime. Katedral telah mengalami beberapa kali renovasi dan pemugaran.[6]
Katedral Taunggyi berada di bawah tanggung jawab pastoral Uskup Yang Mulia Mgr. Basilio Athai.