Katedral Avignon merupakan sebuah gereja bergaya Romawi, yang dibangun terutama pada paruh kedua abad ke-12.[1] Menara lonceng runtuh pada tahun 1405 dan dibangun kembali pada tahun 1425. Pada tahun 1670–1672 apse dibangun kembali dan diperluas.[2] Hal ini menyebabkan hancurnya biara abad pertengahan.[3]
Bangunan ini ditinggalkan dan dibiarkan rusak selama Revolusi, namun ditahbiskan kembali pada tahun 1822 dan dipulihkan oleh uskup agung Célestin Dupont pada tahun 1835–1842.[4] Fitur paling menonjol dari katedral ini adalah patung Perawan Maria berlapis emas di atas menara lonceng yang didirikan pada tahun 1859.[4] Interiornya berisi banyak karya seni. Yang paling terkenal adalah makamPaus Yohanes XXII (meninggal tahun 1334), sebuah bangunan Gotik abad ke-14. Katedral ini dipindahkan pada tahun 1759, rusak selama Revolusi, dan dikembalikan ke posisi semula pada tahun 1840.[5] Katedral ini terdaftar sebagai Monument historique pada tahun 1840.[6] Pada tahun 1995, katedral, bersama dengan Palais des Papes dan bangunan bersejarah lainnya di pusat kota Avignon, menjadi Situs Warisan DuniaUNESCO karena arsitekturnya yang luar biasa dan kepentingannya selama abad ke-14 dan ke-15.[3]