Setelah Paul Broca memublikasikan penemuannya mengenai pengaruh kemampuan berbahasa karena adanya kerusakan pada otak (kini dikenal sebagai area Broca), Wernicke mulai penelitiannya mengenai efek trauma pada otak pada kemampuan berbicara dan bahasa. Ia menemukan bahwa tidak semua kerusakan kemampuan berbahasa terjadi karena kerusakan pada area Broca.