Terlahir dengan Jenis Gangguan Perbedaan Panjang Kaki, Tiarani mengikuti cabang olahraga Para atletik pada tahun 2014 di Pusdiklat Jawa TengahSurakarta, Indonesia, bersama dengan pelatihnya Slamet Widodo di mana Ia diundang untuk mengikuti uji coba cabang olahraga Para.[5] Dia terkena flu segera setelah tiba di Kejuaraan Atletik Para Dunia 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab . Meskipun penyakitnya mengganggu persiapannya untuk acara tersebut, ia terus memenangkan emas di T63 100m. Dia juga memenangkan tiga medali, termasuk emas di T42/63 100m, di Asian Para Games 2018 di Indonesia . Ia menerima penghargaan prestasi olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI atas prestasinya di ajang internasional tahun 2018/19.[5][6]