Kapas adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kapas merupakan daerah penyangga dari ibu kota Bojonegoro yang terletak di timur kota. Kapas dilintasi jalan nasional yang menghubungkan pusat kota dengan Bojonegoro bagian timur hingga Kabupaten Lamongan.[1] Pusat kecamatan ini berada di ujung timur, tepatnya di Desa Kapas yang terdapat kawasan Proliman (simpang lima).[2] Kawasan tersebut terkenal ramai dan macet, dan di dekatnya terdapat Pasar Kapas dan Stasiun Kapas. Stasiun ini tergolong kecil, tetapi masih aktif melayani rute Commuter Line menuju Surabaya dan kota lainnya di Jawa Timur.[3] Kapas dikenal sebagai sentra pertanian dan agrowisata dengan komoditas populernya seperti salak dari Desa Wedi dan "ale" atau kecambah dari Desa Bogo.[4][5] Pada tahun 1999, Kecamatan Kapas bagian timur dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Sukosewu.[6]
Geografi
Peta kecamatan di Bojonegoro
Kapas adalah kecamatan yang terletak di timur Kecamatan Bojonegoro. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan. Salah satu desa di utara Kapas yaitu Desa Bogo merupakan satu-satunya di kecamatan ini yang berbatasan dengan Sungai Bengawan Solo. Salah satu sungai utama di kecamatan ini adalah Sungai Pacal di perbatasan Balen dan berhilir di Bengawan Solo.
Batas wilayah Kecamatan Kapas adalah sebagai berikut:[7]
Ale adalah sejenis kecambah atau tauge yang banyak dibudidayakan di bantaran sungai Bengawan Solo, salah satunya di Desa Bogo, Kecamatan Kapas. Berbeda dari kecambah lainnya, kepala ale memiliki ukuran lebih besar dan berwarna kuning. Ale disantap dalam bentuk mentah dan disajikan dengan sambal dan lauk pauk.[5] Sambel ale adalah salah satu makanan tradisional khas Bojonegoro. Salah satu lokasi yang menyajikan kuliner tersebut adalah Sambel Ale Kraaooz di Desa Bogo. Restoran ini menyajikan sambel ale dengan lauk pauk berupa ayam hingga berbagai macam ikan seperti lele, iwak pe (pari), dan tengiri.[9]