Kariernya pada awal Perang Pasifik dihabiskan dengan membantu invasi Jepang ke Kepulauan Filipina, Malaya, dan Hindia Belanda. Ia kemudian berpindah ke kawasan Solomon pada awal 1943 dan melakukan Tokyo Ekspres beberapa kali. Ia juga turut membantu evakuasi tentara Jepang dari Guadalkanal. Ia turut bertempur pada Pertempuran Teluk Kula dan Pertempuran Kolombangara dan tidak mengalami kerusakan sama sekali.
Pada awal 1944 Satsuki mengalami kerusakan akibat serangan udara di Kavieng, Irlandia Baru. Ia kemudian diperbaiki di Sasebo hingga bulan Maret. Ia lalu bertugas lagi dan mengawal konvoi. Pada 21 September 1944, setelah mengantar konvoi menuju Manila, ia diserang oleh Task Force 38. Satsuki terkena 3 bom dan tenggelam di titik 14°35′N120°45′E / 14.583°N 120.750°E / 14.583; 120.750.[2] Sebanyak 52 kru tewas dan 15 kru terluka.
↑Nelson. Japanese-English Character Dictionary. hal. 638
↑Nishidah, Hiroshi (2002). "Mutsuki class 1st class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-21. Diakses tanggal 2018-03-27.
Nishidah, Hiroshi (2002). "Kapal perusak kelas Mutsuki". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-21. Diakses tanggal 2018-03-27.;