Ariake dibangun di Galangan Kapal Kawasaki, Kobe. Ia mulai dibangun pada tanggal 14 Januari 1933, diluncurkan pada 23 September 1934 dan ditugaskan pada 25 Maret 1935.[3]
Kala Pertempuran Midway, dia menjadi pengawal untuk Armada Pengalihan Aleut dibawah komando Laksamana Shirō Takasu. Setelah dipindahkan ke Armada Kedua pada 14 Juli, ia kemudian bertugas sementara waktu dengan Armada Keempat untuk berlayar dari Truk ke Jaluit pada 20 Agustus. Setelah membombardir Nauru pada tanggal 23 Agustus, pasukan pendarat dari Ariake menduduki pulau itu sebagai bagian dari "Operasi RY" pada tanggal 26 Agustus sampai garnisun pulau tersebut selesai pada 30 Agustus. Ariake kemudian ditugaskan ke Kepulauan Solomon untuk berpartisipasi dalam transportasi pasukan untuk mendaratkan Ichiki dan Detasemen Aoba di Guadalkanal, serta menembaki Lapangan Udara Henderson. Dari bulan September hingga Desember 1942, dia ditugaskan untu melakukan beberapa kali Tokyo Ekspres di sekitar Kepulauan Solomon. Pada 17 Desember, dia menyerang dan mengklaim menenggelamkan sebuah kapal selam tak dikenal, meski hingga kini laporan tersebut masih belum dikonfirmasi. Pada akhir Desember, dia menderita kerusakan yang signifikan di dekat Rabaul karena serangan udara oleh B-24 bomber milik Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat saat ia sedang menarik kapal perusak Uzuki yang sedang rusak. Enam tembakan meleset jarak dekat menyebabakan 28 awaknya tewas dan melukai 40 lainnya, serta merusak turet meriam No. 2 dan No. 3.
Setelah kembali ke Sasebo untuk perbaikan besar di pertengahan bulan Februari 1943, Ariake mengawal konvoi menuju Truk dan pada akhir Februari melakukan konvoi dari Truk ke Rabaul dan kembali ke Yokosuka pada akhir April. Dia kembali ke Truk di akhir bulan sebagai pendamping untuk kapal induk Unyō, dan kembali bersama kapal perang Musashi pada akhir Mei. Pada awal bulan Juni, dia berlabuh disana untuk diperbaiki. Tak lama kemudian ia ditugaskan untuk mengawal kapal induk Hiyō ke Truk, dan kembali lagi dengan kondisi rusak beberapa hari setelahnya. Pada akhir Juni, dia mengawal kapal induk Ryūhō dari Yokosuka menuju ke Truk, dan kapal penjelajah Kumano dan Suzuya dari Truk ke Rabaul, dan mengulangi misi tersebut untuk kedua kalinya di awal Juli.
Pada tanggal 27-28 Juli 1943, Ariake mengawal transportasi pasukan ke Tuluvu, Britania Baru. Setelah kandas di terumbu karang dekat Tanjung Gloucester (05°27′S148°25′E / 5.450°S 148.417°E / -5.450; 148.417). Namun, berkat bantuan kapal perusak Mikazuki, Ariake mampu bebas dan berlayar lagi. Dia kembali mengangkut pasukan, awak kapalnya, dan Komanda Divisi Perusak ke-30 (Kapten Orita Tsuneo) dari kapal Mikazuki dan menyelesaikan misi menuju Tuluvu. Sesudahnya, ia kemudian kembali untuk membantu Mikazuki. Ariake tenggelam saat melawan pesawat B-25 Mitchell milik Amerika Serikat. Tujuh krunya tewas, termasuk kapten Ariake, Letnan Komandan Akifumi Kawahashi.
Catatan
↑Nelson. Japanese-English Character Dictionary. Page 739
↑Nishidah, Hiroshi (2002). "Hatsuharu'class 1st class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-08. Diakses tanggal 2018-11-05.
Referensi
D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN0-8159-5302-X.
Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN1-55750-914-X.
Nishidah, Hiroshi (2002). "Hatsuharu class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-08. Diakses tanggal 2018-11-05.