Dilaporkan berjumlah 100.000 atau 300.000 pasukan[1][2]
—
Pada tahun 215 SM, Qin Shi Huangdi memerintahkan panglima Meng Tian untuk berangkat dan memerangi suku nomaden Xiongnu di wilayah Ordos dan menetapkan perbatasan di kawasan Hetao.[1] Qin Shi Huang merasa bahwa Xiongnu dapat menjadi ancaman, sehingga ia melancarkan serangan ini untuk mengantisipasi ancaman tersebut sekaligus untuk memperluas wilayahnya.[1]
Meng Tian pada akhirnya berhasil mengalahkan Xiongnu dan mengusir mereka dari kawasan Ordos.[3] Akibatnya, Chanyu Xiongnu yang bernama Touman terpaksa melarikan diri ke utara hingga ke Dataran Mongolia.[4] Pada akhirnya ancaman dari Qin membuat suku-suku Xiongnu bersatu dalam suatu konfederasi.[5]
Meng Tian diperintahkan untuk mengamankan perbatasan dengan membangun perbentengan yang kini dikenal dengan nama Tembok Besar Tiongkok.[6] Putra mahkota Fusu dan panglima Meng Tian ditugaskan di Suide dan kemudian memulai pembangunan tembok ini, yang akan dihubungkan dengan tembok lama dari negara Qin, Yan, dan Zhao.[7]
Cheng, Dalin (2005). "The Great Wall of China". Borders and border politics in a globalizing world. Lanham: SR Books. ISBN0-8420-5103-1.
Cosmo, Nicola Di (1999). "The northern frontier in pre-imperial China". The Cambridge history of ancient China: From the origins of civilization to 221 B.C. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN0-521-47030-7.
Ebrey, Patricia Buckley; Walthall, Anne; Palais, James B. (2009). East Asia: A cultural, social, and political history (Edisi 2nd). Boston: Houghton Mifflin. ISBN978-0-547-00534-8.