KakaoTalk (Hangul:카카오톡code: ko is deprecated ), yang biasa disebut KaTalk (카톡code: ko is deprecated ) di Korea Selatan, adalah platform pesan instan dan layanan daring yang dioperasikan oleh Kakao Corporation. Diluncurkan pada tahun 2010, aplikasi ini tersedia di perangkat ponsel maupun komputer.[1]
KakaoTalk merupakan aplikasi pesan instan paling populer di Korea Selatan. Sejak diluncurkan pada Maret 2010, layanan ini telah menguasai sekitar 90 persen pasar lokal.[1] Awalnya dirancang hanya untuk berkirim pesan, kini KakaoTalk telah berkembang menjadi sebuah super-app yang menyediakan layanan pembayaran dan perbankan digital, pemesanan taksi, game, dan berbagai layanan lainnya.[2]
Sejarah
kakao memulai perjalanannya dengan KakaoTalk, sebuah aplikasi pesan instan yang diluncurkan pada Maret 2010, kemudian dilengkapi dengan jaringan media sosial yang terintegrasi dengan aplikasi pesan tersebut.[3]
Langkah berikutnya, Kakao masuk ke dunia game ponsel di Korea. Kehadiran Kakaogames memungkinkan pengguna untuk terhubung dan bermain bersama teman-teman mereka di dunia nyata, semuanya melalui jaringan Kakao.[4]
Sejak saat itu, Kakao terus memperluas platformnya dengan menghadirkan toko hadiah bernama Kakao Gift. KakaoTalk juga dinominasikan untuk penghargaan Most Innovative Mobile App dalam Global Mobile Awards 2014.[5]
Kakao Pay adalah layanan pembayaran digital dan dompet elektronik milik Kakao yang berbasis di Korea Selatan, yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran digital dan transaksi daring. Layanan ini pertama kali diluncurkan pada 4 September 2014 dengan integrasi langsung ke aplikasi KakaoTalk, sehingga pengguna dapat mengirim dan meminta uang kepada kontak mereka.[6]
Kakao juga mengambil langkah-langkah untuk menjadikan KakaoTalk sebagai platform yang lebih aman. Pada Desember 2020, KakaoTalk memperkenalkan Safebot, sebuah fungsi penyaringan komentar berbasis kecerdasan buatan (AI).[7][8]
Perusahaan ini juga meluncurkan fitur rekomendasi produk berbasis AI untuk bagian hadiah, yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mencari dan mengirimkan hadiah.[9][10]
Pada 23 September 2025, Kakao mengumumkan pembaruan besar untuk memodernisasi tampilan aplikasi. Namun, pembaruan tersebut mendapat kritik keras, terutama terkait tampilan tab teman yang berubah menjadi mirip feed media sosial.[11] Menanggapi kritik tersebut, pada 29 September 2025, Kakao menyatakan akan mengembalikan tampilan antarmuka tab teman ke versi semula sebagai tampilan default.[12] Namun, pada 15 Oktober 2025, Woo Young-gyu, wakil presiden Kakao, kembali mengumumkan bahwa secara teknis pembaruan tersebut tidak dapat dikembalikan ke versi sebelumnya.[13]
Layanan
Layanan panggilan dan pesan gratis
KakaoTalk menyediakan layanan panggilan dan pesan secara gratis. Seperti aplikasi sejenis pada umumnya, pengguna dapat berbagi foto, video, pesan suara, lokasi, tautan halaman web, dan informasi kontak.[14] Pengguna dapat membuat percakapan satu lawan satu maupun obrolan grup tanpa batas jumlah anggota. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna menyinkronkan daftar kontak untuk terhubung dengan teman yang menggunakan layanan yang sama, serta berbagai fitur lainnya.[15]
Pencarian teman melalui ID KakaoTalk
Aplikasi ini secara otomatis menyinkronkan daftar kontak pengguna di ponsel dengan daftar kontak dalam aplikasi untuk menemukan teman yang menggunakan layanan yang sama. Pengguna juga dapat mencari teman melalui ID KakaoTalk tanpa perlu mengetahui nomor telepon mereka. Layanan KakaoTalk juga memungkinkan pengguna untuk mengekspor dan menyimpan riwayat pesan mereka.[16]
Plus Friend
KakaoTalk yang awalnya hanya berupa layanan pesan instan kini telah berkembang menjadi platform distribusi berbagai konten dan aplikasi pihak ketiga, termasuk ratusan game yang dapat diunduh dan dimainkan bersama teman melalui platform pesan tersebut.[17] Melalui fitur "Plus Friend", pengguna dapat mengikuti merek, media, dan selebriti untuk menerima pesan eksklusif, kupon, serta informasi terkini melalui ruang obrolan KakaoTalk. Pengguna juga dapat membeli barang nyata melalui platform "Gifting" yang tersedia di aplikasi ini.[18]
Kakao Pay
Kakao Pay adalah layanan pembayaran digital dan dompet elektronik milik kakao yang berbasis di Korea Selatan, yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran digital dan transaksi daring.[6] Layanan ini pertama kali diluncurkan pada 4 September 2014 dengan integrasi langsung ke aplikasi KakaoTalk, sehingga pengguna dapat mengirim dan meminta uang kepada kontak mereka.[19] Sejak diluncurkan, Kakao terus memperluas layanan keuangannya dengan mendirikan bank daring bernama KakaoBank dan merilis kartu debit sendiri. Pada April 2017, KakaoPay Co., Ltd. didirikan untuk mengelola layanan pembayaran yang dioperasikan oleh perusahaan.[20]
Emoticon Plus
Pada 13 Januari 2021, KakaoTalk meluncurkan layanan berlangganan emotikon bulanan. "Emoticon Plus" adalah layanan yang memungkinkan penggunaan emotikon pilihan Kakao secara tak terbatas dengan biaya ₩6.900 per bulan. Setelah berlangganan "KakaoTalk Wallet", pengguna dapat membeli Emoticon Plus melalui platform dompet tersebut, bukan melalui pembelian dalam aplikasi.[21] Pengguna yang berlangganan dapat menggunakan semua emotikon di KakaoTalk secara gratis dan tanpa batas. Saat mengetik pesan, aplikasi akan membaca kalimat yang sedang diketik dan merekomendasikan emotikon yang sesuai dengan situasi tersebut.
KakaoTalk, aplikasi pesan instan gratis untuk ponsel pintar, mencatat keuntungan pertamanya sebesar $42 juta pada tahun 2012 dan pendapatan $200 juta pada tahun 2013. Dengan 93% penduduk Korea Selatan menggunakan KakaoTalk di ponsel pintar mereka, Kakao Corp. telah menyediakan berbagai layanan bagi pengguna, mulai dari game hingga perdagangan ritel.[22]
API KakaoTalk
KakaoTalk membuka API platformnya untuk para pengembang. Saat ini tersedia API berbasis administrasi pengguna dan API berbasis push, sementara API analitik sedang direncanakan untuk dirilis.[23]
Pengaruh
Korea
Ruang obrolan sunyi adalah sejenis ruang obrolan terbuka, tempat banyak orang anonim berkumpul untuk membahas topik tertentu, berkomunikasi hanya menggunakan gambar, tanpa teks atau emotikon. Dengan kata lain, mereka menyusun cerita hanya dari gambar-gambar.
Ruang obrolan serupa pun bermunculan setelah ruang obrolan terbuka yang hanya berisi foto makanan tanpa sepatah kata pun menjadi populer. Seiring meningkatnya popularitas "ruang obrolan sunyi" bertema selebriti, para selebriti itu sendiri pun ikut masuk ke dalam ruang obrolan tersebut.[24]
Darcie Draudt-Véjares dari Carnegie Endowment for International Peace berpendapat bahwa KakaoTalk dan jejaring sosial lainnya menjadi salah satu faktor (bersama faktor lain seperti penekanan budaya pada kewajiban sipil) yang mendorong warga Korea Selatan turun ke jalan dalam jumlah besar untuk menentang pengumuman darurat militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol dalam krisis darurat militer Korea Selatan 2024. Platform-platform ini memungkinkan para aktivis pro-demokrasi menyebarkan pesan mereka kepada jutaan pengguna serta dengan cepat mengorganisasi dan mengarahkan aksi protes.[25]
Internasional
KakaoTalk tersedia dalam 15 bahasa dan digunakan di lebih dari 130 negara.[26] Pada 26 Juli 2011, Kakao Corp. mendirikan perusahaan di Jepang bernama Kakao Japan, dengan menunjuk Cha-Jin Park sebagai perwakilannya. Menurut pejabat perusahaan, aplikasi ini tampaknya sangat aktif digunakan di Jepang.[27] Saat gempa bumi besar melanda Jepang pada 11 Maret 2011, lalu lintas pesan KakaoTalk di Jepang melonjak drastis karena jutaan orang berusaha memastikan keselamatan keluarga dan teman-teman mereka. KakaoTalk memainkan peran penting sebagai sarana komunikasi berbasis jaringan data; berhasil menggantikan jaringan kabel dan nirkabel yang lumpuh serta membantu menghubungkan para korban bencana.[28]
KakaoTalk telah membidik negara-negara di Asia Tenggara yang belum memiliki layanan pesan instan ponsel yang dominan. KakaoTalk juga menjalin kemitraan strategis di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.[29] Pada tahun 2013, KakaoTalk mulai menayangkan iklan televisi di Indonesia, Filipina, dan Vietnam yang menampilkan Big Bang. Dalam iklan tersebut, selebriti lokal dan Big Bang tampil bersama untuk mempromosikan KakaoTalk.[30] Pada akhir tahun 2013, Indonesia menjadi negara dengan pengguna KakaoTalk terbanyak kedua setelah Korea Selatan, dengan 13 juta pengguna dan berpotensi menjadi pasar terbesar KakaoTalk di seluruh dunia. Mantan Co-CEO KakaoTalk, Sirgoo Lee, menyatakan, "Kami menumbuhkan basis pengguna lebih dari 25 kali lipat dalam satu tahun, dan kami berharap dapat terus mempertahankan laju pertumbuhan tersebut." KakaoTalk juga menyesuaikan layanannya dengan lingkungan lokal dengan berkolaborasi bersama desainer dan perusahaan lokal untuk menghasilkan "konten khusus Indonesia".[31] Pada Februari 2014, KakaoTalk diluncurkan untuk perangkat Nokia Asha 500, 501, 502, dan 503, memperluas jangkauannya ke pengguna yang lebih luas.[32]