Setelah Kaisar Zhi diracuni oleh Liang Ji hingga mati pada Juli 146, Liang Ji membujuk saudara perempuannya, Permaisuri Janda Liang untuk menunjuk Liu Zhi (14 tahun), tuan tanah Liwu, yang ditunagi ke saudara perempuannya, Liang Nüying (梁女瑩), sebagai kaisar. Setelah beberapa tahun, Kaisar Huan, yang terasa terhina oleh sikap brutal dan otokratis Liang Ji, bertekad untuk mengasingkan keluarga Liang dengan bantuan orang kasimnya. Kaisar Huan berhasil mengasingkan Liang Ji pada September 159. Namun, ini menumbuh pegaruh 3 orang kasim terhadap semua aspek pemerintahan. Pada periode ini, korupsi yang marak pun memberi insentif kepada sejumlah mahasiswa untuk menampilkan aksi unjuk rasa dan menuntut Kaisar Huan untuk mengasingkan semua pejabat korupnya. alih-alih mendengarkan tuntutannya, Kaisar Huan memerintahkan untuk menangkap semua mahasiswa yang tergabung dalam demo itu. Kaisar Huan dilihat oleh ahli sejarah sebagai kaisar yang mungkin memiliki kecerdasan, namun kekurangan kebijaksanaan untuk menguasai kerajaanya. Ia memerintah hingga keruntuhan dinasti Han Timur.
Hou Hanshu mengingat di dalam bukunya bahwa ada utusan dari Roma (mungkin dikirim oleh kaisar Markus Aurelius) yang mencapai ibu kota Tiongkok pada saat itu, Luoyang pada tahun 166 dan disapa oleh Kaisar Huan.
Kaisar Huan meninggal dunia pada Januari 168 setelah memerintah selama lebih dari 21 tahun, dia meninggal pada usia 36. Ia diterusi oleh Kaisar Ling dari Han.
Keluarga
Permaisuri
Liang Nüying dari Klan Liang. Merupakan adik dari Ibu Suri Liang Gelar anumerta: Permaisuri YixianMakam Kaisar Huan dari Han