10.000nmi (19.000km; 12.000mi) di 12 knot (22km/h; 14mph)
Daya tahan
30 hari
Kapasitas
643 orang
Sensor dan sistem pemroses
Terma SCANTER 6002
Fasilitas penerbangan
Landing pad untuk 2x helikopter
Hanggar helikopter
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) adalah kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) pemimpin di kelas Sudirohusodo dari total 2 kapal yang ada. Kapal ini dibangun di galangan kapal PT. PAL Indonesia dan saat ini telah aktif menjalankan tugas sebagai salah satu kapal milik TNI Angkatan Laut. Kapal ini diberi nama sesuai nama pahlawan nasional Wahidin Soedirohoesodo.[1][2]
Kapal ini bermarkas di Satban Koarmada III Katapop, Sorong.
Kapal ini memiliki panjang 124 meter dan lebar 21,8 meter. Berat benaman kapal ini mencapai 7.290 ton. Kapal ini dapat mengangkut 643 orang, termasuk 159 pasien. Kapal ini dapat melaju hingga 18 knot, tetapi kecepatan berlayar yang disarankan adalah 12-14 knot. Kapal ini dapat berlayar hingga 30 hari atau 10.000 mil laut tanpa berhenti.[1][3][4]
Konstruksi
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo selama peluncuran pada tanggal 7 Januari 2021.KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) selama upacara penamaan kapal pada tanggal 3 November 2022.
Konstruksi kapal ini dimulai dengan prosesi pemotongan baja pertama pada tanggal 9 Juli 2019, dengan kapal yang diberi nomor galangan W000302.[5]Lunas kapal ini kemudian diletakkan pada tanggal 14 Oktober 2019.[6] KRI dr. Wahidin Sudirohusodo akhirnya diluncurkan pada tanggal 7 Januari 2021 di dok kering milik PT PAL di Surabaya.[1][7][8] Bersama dengan KRI Golok (688), kapal ini ditugaskan pada tanggal 14 Januari 2022 di Surabaya, dengan komandan pertamanya Kolonel Laut (P) Anton Pratomo, M.Tr. Hanla selanjutnya saat ini dijabat oleh Kolonel Laut (P) Anang Setioko, M.Tr. Hanla.[9][10]
Pada tanggal 3 November 2022, upacara pemberian nama kapal KRI dr.Wahidin Sudirohusodo-991 dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara.[11][12]
Pengerahan
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) setelah dicat ulang menjadi putih di PT PAL Indonesia, Surabaya, 15 Juli 2024.[13]
Pada bulan Oktober hingga bulan November 2024, kapal tersebut dalam Satuan Tugas Kunjungan Pelabuhan 2024 melaksanakan misi South Pacific Goodwill, mengunjungi Fiji,[15]Kepulauan Solomon,[16]Vanuatu,[17] dan Papua Nugini[18] untuk memberikan layanan kesehatan selama 48 hari sebelum kembali ke Indonesia.[19]
Pada bulan September 2025, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) dan KRI Raden Eddy Martadinata (331) dalam Satuan Tugas Kunjungan Pelabuhan 2025, membawa misi diplomatik dan kemanusiaan ke Papua Nugini untuk memperkuat hubungan bilateral.[21] Kapal-kapal tersebut tiba di T-Wharf, Port Moresby, Papua Nugini pada tanggal 14 September 2025.[22][23] Setelah menyelesaikan misi diplomatik dan kemanusiaan, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo dan KRI Raden Eddy Martadinata kembali ke Indonesia pada tanggal 18 September 2025,[24][25] tiba di Sorong, Indonesia pada tanggal 26 September 2025.[26]
Galeri
Tim medis dari KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien, 24 November 2022.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) setelah dicat ulang menjadi putih PT PAL, Surabaya, Indonesia, 15 Juli 2024.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) berlabuh di Pelabuhan Honiara, Kepulauan Solomon untuk menyediakan layanan kesehatan untuk warga Kepulauan Solomon, 25 Oktober 2024.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo berlabuh di Port Moresby, Papua Nugini untuk menyediakan layanan kesehatan untuk warga PNG, 18 November 2024.
Tim kesehatan Satuan Tugas Kunjungan Pelabuhan memberikan layanan CT Scan kepada seorang warga PNG diatas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo, 18 November 2024.