Jalur Gaza - Palestina (Januari 2024)
Pada tanggal 9 November 2023, kapal ini memulai persiapan untuk kemungkinan pengerahan untuk membantu warga Palestina selama invasi Israel ke Jalur Gaza.
[13]
Pada tanggal 20 November 2023, kapal bantu rumah sakit ini menjalani docking di galangan kapal PT. PAL untuk dicat putih terlebih dahulu sebelum mengemban misi kemanusiaan ke jalur Gaza.[14][15]
Pada tanggal 21 November 2023, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyampaikan kepada wartawan bahwa dr. Radjiman Wedyodiningrat sedang dalam proses pengecatan ulang dengan warna putih. Pewarnaan putih sesuai dengan Konvensi Jenewa IV dan Manual San Remo tentang Hukum Internasional yang Berlaku pada Konflik Bersenjata di Laut.[16] Pengecatan ulang dilakukan PAL di Dermaga Kuburan Irian, PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, dan proses penurunan atau undocking kapal dilakukan pada tanggal 24 November.[17][18]
Pada tanggal 27 November, Setelah kapal selesai dicat ulang, TNI Angkatan Laut mulai memuat bantuan kemanusiaan ke dalam kapal ini di dermaga Komando Armada II Indonesia (Koarmada II), Surabaya, Jawa Timur. Bantuan ini dikumpulkan baik dari bantuan pemerintah, maupun hasil kerjasama berbagai pihak antara lain para pelaku usaha, lembaga kemanusiaan, organisasi relawan dan masyarakat sipil untuk lebih menjalankan misi kemanusiaan ke wilayah sekitar Palestina.[19]
Pada tanggal 30 November 2023, kapal ini tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, setelah berlayar dari Surabaya. Kolonel Bayu dari TNI Angkatan Laut mengatakan, kapal ini siap berlayar melintasi lautan menuju perairan Palestina, tetapi pemberangkatan kapal bantuan rumah sakit ini masih menunggu instruksi pemerintah. Pasalnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi masih melakukan lobi kepada pemerintah Mesir sebagai negara yang berbatasan dengan Israel.[20]
pada tanggal 18 Januari 2024, lebih tepatnya pukul 07:30 WIB, telah dilaksanakan upacara pelepasan keberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodinigrat. Pelepasan KRI dilaksanakan di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, Kamis (18/1), dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Palestina.[21]
Pelayaran KRI dr. Radjiman nantinya akan menempuh rute Jakarta – Belawan – Al Arisi – Jeddah - Batam dan kembali lagi ke Jakarta. Total waktu dari pelayaran ini hingga kembali ke tanah air ditargetkan akan mencapai waktu sekitar 52 hari perjalanan. Sedangkan bantuan kemanusiaan yang diberikan berupa bahan makanan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, pakaian wanita, susu, tenda lapangan, perlengkapan kebersihan, air mineral, perlengkapan ibadah, dan lain sebagainya..[21]
Menteri pertahanan, Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa tugas Satgas tersebut sejauh ini hanya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan yang jumlahnya kurang lebih mencapai 200 ton.[22] Izin sebagai kapal rumah sakit ataupun izin untuk mendirikan rumah sakit lapangan, sampai detik ini belum didapatkan. Meski begitu, ia menekankan hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat Indonesia untuk tetap membantu rakyat Palestina dari waktu ke waktu.[23]
Pada tanggal 13 Februari 2024, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 tiba di dermaga El-Arish, Mesir,[24][25] setelah sebelumnya sempat melewati Terusan Suez, pada Senin, 12 Februari lalu. bantuan kemanusiaan tersebut selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Bulan Sabit Merah Mesir atau Egyptian Red Crescent (ERC).[24] Barang bantuan tersebut akan melalui proses debarkasi (bongkar muat) di dermaga El-Arish[26] untuk selanjutnya akan dibawa masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah dan disalurkan kepada para korban konflik.[27]
Pada tanggal 15 Februari 2024, Ketika sedang melakukan proses bongkar muat, KRI Radjiman Wedyodiningra-992 turut memberikan pertolongan medis kepada korban kecelakaan laut di El-Arish, Mesir, Kamis (15/2). Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (16/2), kejadian bermula ketika kapal MV Lady Mira, pada Rabu (14/2) mengalami kecelakaan laut saat berlayar di sekitar Laut Mediterania.[28]
Sebanyak 15 anak buah kapal (abk) berbendera Tanzania itu terapung selama 12 jam, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh MV Strange Attractor, kapal berbendera Marshall Island yang sedang berlayar di daerah tersebut.[29] MV Strange Attractor pun segera berlayar menuju pelabuhan terdekat dan berlabuh di dermaga Tahya Masr Pelabuhan El-Arish Mesir untuk meminta bantuan evakuasi medis terhadap satu awak MV Lady Mira atas nama Ali Allal (54) asal Suriah yang terluka. [28]
Pihak otoritas pelabuhan kemudian menghubungi kantor Atase Pertahanan RI di Mesir untuk meminta bantuan penanganan medis di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang memiliki fasilitas kesehatan lengkap dan juga sedang bersandar di dermaga El Arish.Korban kecelakaan laut selanjutnya segera dievakuasi ke KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dan dilakukan penanganan medis oleh tim Departemen Kesehatan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen kaki kiri (pedis sinistra), didapatkan kondisi tulang dalam keadaan baik tetapi didapatkan trauma atau memar pada luka tersebut. Korban selanjutnya segera diberikan pengobatan terhadap memar tersebut.[30]
Pada tanggal 17 Februari 2024, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 bersiap untuk kembali ke Tanah Air usai menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik di Gaza, Palestina.[31] Mengutip dispenal, KRI Radjiman yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) Port Visit Mesir 2024 kembali ke Indonesia dari Dermaga El Arish, Mesir. Kapal tersebut diperkirakan menempuh selama tiga pekan untuk sampai ke Tanah Air.[32]
Pada tanggal 9 Maret 2024, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 telah tiba di Tanah Air dan bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Selama sandar di Batam, kapal ini akan melakukan bekal ulang untuk perjalanan menuju pemberhentian terakhir, yaitu Dermaga Kolinlamil, Jakarta, yang diperkirakan tiba pada 15 Maret 2024.[33][34]
Pada tanggal 15 Maret 2024, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 telah tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah menjalankan misi kemanusiaan selama 57 hari. Dengan pulangnya kapal ini, telah dinyatakan bahwa satuan tugas Port Visit Mesir 2024 yang membawa bantuan kemanusiaan sebanyak 242,6 ton yang akan disalurkan untuk warga Gaza, Palestina, telah sukses terlaksana.[35][36]
Pada bulan Juni 2024, TNI Angkatan Laut kembali bersiap untuk mengerahkan kapal ini untuk bantuan kemanusiaan untuk Gaza, bersama dengan kapal rumah sakit Indonesia lainnya, missing name.[37]