Justinus Sudarminta, S.J. (lahir 12 April 1951) adalah seorang imam Yesuit, filsuf, dan akademisi. Saat ini ia mengajar di STF Driyarkara, Jakarta dan juga pernah menjabat sebagai Ketua STF Driyarkara pada tahun 1998 hingga 2007.[1]
Sebagai calon imam Yesuit, Sudarminta menempuh pendidikan sebagai sarjana muda di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta dan lulus pada tahun 1979.
Setelah menerima tahbisan imamat pada 29 Desember 1979, Romo Sudarminta pernah menjadi pastor rekan di paroki Santa Theresia, Wonosari, Gunung Kidul selama kurang dari 2 tahun. Setelah itu, dia menjalani 6 tahun studi khusus di New York, Amerika Serikat, termasuk 7 bulan Tersiat/mendalami spiritualitas ordo Serikat Yesus di Denver. Ia diutus menjalani studi magister filsafat di Fordham University, New York dan rampung pada tahun 1986. Setelah itu. ia dianugerahi gelar Doktor (Ph.D.) di bidang filosofi dari Fordham University, New York, pada tahun 1989.
Sesudahnya, selama 22 tahun terakhir, Romo Sudarminta terlibat dalam karya pembinaan para calon imam, termasuk 4 tahun menjadi Prefek Spiritual (pamong bidang kerohanian) sekaligus dosen filsafat di Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta; menjadi Rektor Kolese Hermanum (rumah pembinaan para frater dan bruder muda Yesuit) di Jakarta (1992-1998) sekaligus menjadi dosen di STF Driyarkara; menjadi Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari KWI (3 tahun); dan menjadi anggota Seksi Seminari Tinggi, Komisi Seminari KWI (3 tahun). Kemudian antara 1998 – 2008 dia menjadi Delegatus Formationis (koordinator pembinaan anggota) Provinsi Indonesia Serikat Yesus. Di antara periode ini, ia pernah mengambil waktu untuk menjadi dosen tamu di College of Holy Cross, Worcester - Massachussets, pada tahun 2000.[2]
Saat ini, Romo Sudarminta menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana dan Ketua Program Doktor Ilmu Filsafat di STF Driyarkara. Ia adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat pada 12 Mei 2007.[3] Di STF Driyarkara, ia mengajar dalam bidang filsafat bahasa, epistemologi, etika, hermeneutik, filsafat kebudayaan, dan Pancasila.
Karya
Beberapa karya tulis Sudarminta yang pernah dimuat di antaranya:[4][5][6]
"Big Bang Cosmology and Creation Theology: Towards a Fruitful Dialogue between Science and Religion" (an article in Book "Science and Religion in a Post Colonial World: Interfaith Perspectives" by Zainal A. Baqir, ATF Press, ISBN 978-1-920691-34-9)
"Semangat Lebih Yesuit" oleh Greg Soetomo, SJ, dan kawan-kawan, Yayasan Obor Indonesia, 2009, ISBN 979-565-514-0)
"Dunia, Manusia, dan Tuhan: Antologi Pencerahan Filsafat dan Teologi" (Editor bersama SP Lili Tjahjadi), Kanisius, Yogyakarta, 2008.
"Filsafat Proses: Sebuah Pengantar Sistematik Filsafat Alfred North Whitehead", Kanisius, Yogyakarta, 1991.
"Ilmu Pengetahuan dan Kitab Suci (Terjemahan Karya Sean P. Kealy)", Kanisius, Yogyakarta, 1994.
"Menuju Keselamatan Jasmani dan Rohani (Terjemahan Karya Louis Hughes)", Lumen Gentium, Jakarta, 1994.
"Kajian Tentang Manusia (Terjemahan Karya Michael Polanyi)", Kanisius, Yogyakarta, 2001.
"Epistemologi Dasar: Pengantar Filsafat Pengetahuan", Kanisius, Yogyakarta, 2002.
"Menggagas Manusia Sebagai Penafsir" (Editor bersama Th. Hidya Tjaya, SJ), Kanisius, Yogyakarta, 2005.