Etika negatif
Dalam bukunya A Critique of Affirmative Morality (A reflection on Death, Birth and the Value of Life),[4] Julio Cabrera menyajikan teorinya mengenai nilai eksistensi manusia. Bagi Cabrera, kehidupan manusia itu "negatif secara struktural" sejauh terdapat komponen-komponen negatif kehidupan yang tak terelakkan, konstitutif, dan merugikan: sebagai yang menonjol di antaranya, Cabrera mengutip kehilangan, kelangkaan, rasa sakit, konflik, kerapuhan, penyakit, penuaan, keputusasaan, dan kematian. Menurut Cabrera, hal-hal tersebut membentuk struktur dasar kehidupan manusia, yang ia analisis melalui apa yang disebutnya sebagai fenomenologi naturalistik, dengan mengambil inspirasi secara bebas dari para pemikir seperti Martin Heidegger, Arthur Schopenhauer, dan Friedrich Nietzsche. Cabrera menyebut karyanya sebagai upaya untuk memadukan Schopenhauer dan Heidegger, dengan memasukkan penilaian determinan atas nilai "ada" (being) ke dalam analisis mengenai Dasein, dan menempatkan moralitas di atas kehidupan, berlawanan dengan Nietzsche.
Cabrera mengembangkan teori etika, yakni etika negatif, yang didasarkan pada analisis fenomenologis ini. Ia berpendapat bahwa telah terjadi prasangka yang tidak berdasar dalam etika terhadap ketidakberadaan, sebuah pandangan yang ia sebut "afirmativitas". Karena pandangan afirmatif menganggap keberadaan sebagai sesuatu yang baik, mereka selalu memandang hal-hal yang mengancam hegemoni ini sebagai hal yang buruk; khususnya hal-hal seperti abstain dari prokreasi atau bunuh diri. Cabrera mengkritik etika afirmatif karena menanyakan bagaimana orang harus hidup tanpa mengajukan pertanyaan radikal tentang apakah orang harus hidup sama sekali (tout court). Ia berpendapat bahwa, karena negativitas struktural dari keberadaan, terdapat "diskualifikasi moral" yang mendasar pada manusia akibat ketidakmungkinan untuk tidak menyakiti dan tidak memanipulasi orang lain. Tindakan tidak menyakiti dan tidak memanipulasi orang lain disebutnya sebagai "Artikulasi Etis Minimal" ("AEM"; sebelumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "Fundamental Ethical Articulation" dan "FEA"). AEM dilanggar oleh "rintangan moral" struktural kita, oleh ketidaknyamanan duniawi – terutama rasa sakit dan keputusasaan – yang dibebankan kepada kita sehingga mencegah kita bertindak etis. Cabrera berpendapat bahwa moralitas afirmatif adalah sebuah kontradiksi diri karena ia menerima AEM dan memikirkan eksistensi manusia yang justru meniadakan kemungkinan untuk tidak menyakiti atau tidak memanipulasi orang lain. Dengan demikian, ia meyakini bahwa masyarakat afirmatif, melalui politik mereka, mensyaratkan penangguhan umum terhadap AEM agar dapat berfungsi.
Etika negatif Cabrera dimaksudkan sebagai respons terhadap struktur negatif keberadaan, yang sangat menyadari sifat keberadaan yang mendiskualifikasi secara moral. Cabrera percaya bahwa anak-anak biasanya dianggap hanya sebagai objek estetis semata, tidak diciptakan demi diri mereka sendiri melainkan demi orang tua mereka, dan dilemparkan ke dalam kehidupan yang negatif secara struktural melalui tindakan prokreasi. Prokreasi, menurut argumen Cabrera, adalah sebuah bahaya dan tindakan manipulasi tertinggi. Ia percaya bahwa penerapan yang konsisten dari konsep-konsep moral normal – seperti kewajiban, kebajikan, atau rasa hormat – yang ada dalam sebagian besar moralitas afirmatif, berujung pada antinatalisme. Cabrera juga berpendapat bahwa seorang manusia yang mengadopsi etika negatif tidak hanya harus abstain dari prokreasi, tetapi juga harus memiliki kesediaan penuh untuk kematian yang etis, melalui penangguhan segera semua proyek pribadi demi keuntungan perjuangan politik[5] atau bunuh diri altruistik, ketika hal itu menjadi tindakan yang paling minim imoralitasnya untuk dilakukan.
Critique karya Cabrera adalah salah satu pembelaan paling sistematisnya terhadap etika negatif, tetapi ia juga telah mengeksplorasi gagasan yang sama dalam karya-karya lain, seperti Projeto de Ética Negativa,[6] Ética Negativa: problemas e discussões,[7] Porque te amo, não nascerás! Nascituri te salutant,[8] Discomfort and Moral Impediment: The Human Situation, Radical Bioethics and Procreation,[9] dan A moral do começo: sobre a ética do nascimento.[10]