Penjabat presiden (2014–2015)
Rosell mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden setelah diduga menggelapkan dana transfer Neymar dari Santos ke Barcelona.[6] Berdasarkan pasal 33 dalam statuta klub,[7] Bartomeu diangkat menjadi presiden ke-40 FC Barcelona pada 23 Januari 2014.[1][2] Pada periode ini, Barcelona mendatangkan Luis Suárez, dan Luis Enrique yang menggantikan Tata Martino sebagai pelatih. Pada tahun 2015, Barcelona memenangkan treble untuk kedua kalinya setelah menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.[8][9] Pada 9 Juni 2015, posisi presiden klub dikembalikan pada Komisi Manajemen yang dipimpin Ramon Adell.[2]
Presiden (2015–2020)
Bartomeu kembali menjadi presiden setelah memenangkan pemilihan presiden klub pada 18 Juli 2015. Pemilihan ini diikuti 43,12% (47.270 pemilih) dari 109.637 anggota klub, yang menjadi tingkat partisipasi pemilih tertinggi ke-3 dalam sejarah FC Barcelona. Bartomeu meraih 25.823 suara (54,63% dari keseluruhan pemilih), sedangkan Laporta, mantan presiden klub periode 2003–2010, mendapat 15.615 suara (33,03%). Agustí Benedito berada di posisi ketiga dengan 3.386 suara (7,17%) dan diikuti Toni Freixa dengan 1.750 suara (3,70%).[1][2][10][11]
Pada 5 April 2014, sebuah referendum digelar berkaitan dengan rencana Espai Barça yang dicanangkan Bartomeu. Para anggota klub akhirnya menyetujui rencana tersebut setelah referendum berakhir dengan 27.616 suara yang menyatakan mendukung dan 9.589 suara yang menyatakan sebaliknya. Rencana Espai Barça bertujuan merenovasi Camp Nou, membangun Nou Palau Blaugrana, perubahan menyeluruh di lingkungan stadion, dan membangun Nou Miniestadi pada fasilitas pelatihan klub di Sant Joan Despí, dengan anggaran keseluruhan 600 juta euro.[1]
Pada 6 September 2016, FC Barcelona membuka kantor di New York, dan di Hong Kong pada Oktober 2013, sebagai bagian dari Perencanaan Strategis (Strategic Plan) yang digalakkan secara ambisius oleh Bartomeu dengan tujuan agar Barcelona menjadi institusi olahraga yang paling dikagumi, dicintai, dan mendunia. Proyek lainnya yang juga bagian dari Perencanaan Strategis adalah Pusat Inovasi Barcelona (Barcelona Innovation Hub), yang bertujuan agar klub menjadi pusat sains dan inovasi olahraga dunia, dan proyek Masia 360, yang bertujuan menyediakan pendidikan bagi seluruh atlet klub.[1]
Bartomeu mengumumkan pengunduran dirinya beserta jajaran dewan direksi pada 27 Oktober 2020 setelah mempertimbangkan ketidakmungkinan penundaan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap dewan direksi yang rencananya diadakan pada 1 dan 2 November. Sebelumnya. pemerintah Catalunya menolak permintaan dewan direksi untuk menunda pemungutan suara hingga 15 dan 16 November.[1][12]