Jonathan Pradana Mailoa, adalah Fisikawan berdarah Ambon dan Tionghoa yang lahir di Jakarta, 20 September 1989 adalah peraih medali emas sekaligus peraih gelar “The Absolute Winner” dalam Olimpiade Fisika Internasional 2006. Anak pertama pasangan Edhi Mailoa dan Sherlie Darmawan ini, berhasil menjadi peserta terbaik pada ajang kompetisi yang diikuti 386 peserta dari 83 negara tersebut.[1][2]
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil merebut 4 medali emas dan 1 perak (dari total 37 medali emas, 48 perak, 83 perunggu dan 81 gelar kehormatan). Medali emas diraih oleh Jonathan Mailoa (SMAK 1 PENABUR Jakarta), Pangus Ho (SMAK 3 PENABUR Jakarta), Raffely Jhon (SMUN 1 Pekanbaru), dan Andy Octavian Latief (SMUN 1 Pamekasan). Sedangkan peserta termuda Indonesia, Muhammad Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah Makassar) dan Yusuf Bashari (SMK Telkom Sandhy Putra Medan), berhasil meraih medali perak.[7] Perolehan empat medali emas itu melebihi yang ditargetkan semula yang hanya tiga medali emas.[8] Keberhasilan Jonathan dan kawan-kawan itu berkat bimbingan Prof. Yohanes Surya. Saat ini Jonathan sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia.[9]