Lennox terlibat dalam sejumlah debat umum untuk mempertahankan iman Kristen, termasuk perdebatan dengan Christopher Hitchens, Michael Shermer, Richard Dawkins, dan Peter Singer. Perdebatan pada tahun 2007 dengan ateis Richard Dawkins, mengenai buku karangan Dawkins The God Delusion, disiarkan ke jutaan penonton di seluruh dunia dan ditulis dalam Wall Street Journal sebagai "a revelation: in Alabama, a civil debate over God's existence" ("sebuah wahyu: debat beradab mengenai keberadaan Allah").
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoratnya, Lennox pindah ke Cardiff, Wales, menjadi reader ("pembaca", sebuah jabatan akademik) dalam jurusan Matematika di University of Wales, Cardiff. Selama 29 tahun di Cardiff ia meluangkan waktu setahun untuk setiap universitas di Würzburg, Freiburg (sebagai seorang "Alexander von Humboldt Fellow") dan Vienna serta sering memberikan kuliah di Eropa Barat dan Timur, Rusia dan Amerika Utara mengenai matematika, apologetika dan eksposisi Alkitab. Ia telah menerbitkan lebih dari 70 artikel peer-reviewed tentang matematika dan menjadi pengarang bersama untuk dua "Oxford Mathematical Monograph" serta menjadi penterjemah matematika Rusia.
Lennox juga mengajar ilmu alam dan agama di University of Oxford. Ia mengarang sejumlah buku yang berkaitan dengan sains, agama dan etika, antara lain: Informetika (2001),[3]Hat die Wissenschaft Gott begraben? (Has Science Buried God?; "Apakah sains menguburkan Allah?") (2002),[4]Worldview ("Pandangan dunia") (2004) with D. W. Gooding (3 volum dalam bahasa Rusia dan Ukraina). Bukunya God and Stephen Hawking: Whose Design Is It Anyway? ("Allah dan Stephen Hawkins: Disain Siapakah Itu Sebenarnya?") diterbitkan pada tahun 2011. Ia juga berbicara di banyak negara, dalam konferensi dan sebagai "academic fellow" termasuk beberapa kali ke Rusia. Pada tanggal 14 Maret 2012, ia menyampaikan edisi Lent Talks untuk BBC Radio Four.
Profesor Lennox dan Dawkins mengadakan diskusi lanjutan pada bulan April 2008 di Trinity College, Oxford untuk mengembangkan topik yang tidak sempat dibahas dalam "The God Delusion Debate".[8][9]
Pada tanggal 9 Agustus 2008, Lennox berdebat dengan Christopher Hitchens pada Edinburgh International Festival di Edinburgh, Scotland mengenai pertanyaan apakah Europa harus meninggalkan masa lalu agamawi dan memasuki era "New Atheism" ("Ateisme Baru").[10][11]
Pada tanggal 21 Oktober 2008, Lennox berdebat untuk kedua kalinya dengan Richard Dawkins di Oxford University Museum of Natural History, tempat dilangsungkannya debat evolusi Oxford pada tahun 1860 antara Thomas Henry Huxley dan Samuel Wilberforce. Debat ini diberi judul "Has Science Buried God?" ("Apakah Sains Telah Menguburkan Allah?") dan berkisar tentang pertanyaan itu.[14][15][16]The Spectator menyebut acara ini "Huxley-Wilberforce, Round Two" (Huxley-Wilberforce, Ronde kedua").[17] Dalam perdebatan itu Dawkins mengatakan bahwa, meskipun ia tidak dapat menerimanya, sebuah pandangan yang masuk akal dalam disampaikan untuk "allah deistik, semacam allah bagi ahli fisika, allah bagi seseorang semacam Paul Davies, yang merancang hukum-hukum fisika, allah ahli matematika, allah yang membentuk kosmos pada mulanya dan kemudian diam serta mengamati semuanya yang terjadi" tetapi bukan allah teistik (agamawi).[18][19][20][21]
Pada tanggal 3 Maret 2009, Lennox berdebat untuk kedua kalinya dengan Christopher Hitchens di Samford University, Birmingham, Alabama tentang pertanyaan "Is God Great?" ("Apakah Allah Akbar?"). Debat ini membahas validitas beberapa klaim Hitchens dalam bukunya God is Not Great ("Allah itu Tidak Akbar").[22][23][24]
Kehidupan pribadi
Lennox fasih berbahasa Inggris, Rusia, Prancis, Jerman dan Spanyol. Ia menikah dengan Sally dan mereka mempunyai tiga orang anak dan lima cucu.[25] Seorang saudara laki-lakinya, Gilbert Lennox, menjabat sebagai penatua di Glennabbey Church, Glengormley.[26] Penyanyi Kristyn Getty adalah keponakan perempuannya, yaitu putri dari Gilbert.
God's Undertaker: Has Science Buried God?, John C. Lennox, Lion UK, Updated edition (1 September 2009)| 224 p | ISBN 0-7459-5371-9
The Bible & Ethics, David Gooding and John C. Lennox. Ontario: Myrtlefield Trust, 2011.
Seven Days That Divide the World: The Beginning According to Genesis and Science, John C. Lennox, Zondervan (9 August 2011) | 192p | ISBN 0-310-49217-3
God and Stephen Hawking: Whose Design Is It Anyway?, John C. Lennox, Lion UK, 1st edition (1 September 2011) | 96 p | ISBN 0-7459-5549-5
Gunning for God: A Critique of the New Atheism, John C. Lennox, Lion UK, 1st edition (1 October 2011) | 248 p | ISBN 0-7459-5322-0
Referensi
↑"Recognition of Distinction". Mathematical Institute, University of Oxford. 29 July 2008. Diakses tanggal 2009-07-15.
↑"About John Lennox". JohnLennox.org Website. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-03. Diakses tanggal 2012-05-13.
↑Melanie Phillips (12 June 2008). "Huxley-Wilberforce, Round Two". The Spectator. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-07. Diakses tanggal 2009-11-03.
↑"Has Science Buried God?". Fixed Point Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-12-30. Diakses tanggal 1 February 2010.
↑Melanie Phillips (23 October 2008). "Is Richard Dawkins Still Evolving?". The Spectator. UK. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-04-04. Diakses tanggal 1 February 2010.
Fixed Point Foundation– features both debates and the Trinity College conversation with Richard Dawkins as well as both debates with Christopher Hitchens