Pendiri dan pemimpin Standard Oil, Pengasas Universitas Chicago, Universitas Rockefeller, Universitas Filipina Tengah, Lembaga Pendidikan Umum dan Yayasan Rockefeller
Kekayaanbersih
US$392 bilion (dolar pada 2016; disamakan oleh inflasi) dalam tahun 1913,[a] menurut Forbes[1][2] (1.5% hingga 2% daripada ekonomi Amerika Serikat; atau kira-kira 1/65 hingga 1/50 daripada KDNK)[b]
John Davison Rockefeller (8 Juli 1839 – 23 Mei 1937) adalah seorang pebisnis Amerika Serikat. Ia memiliki perusahaan minyak yang bernama Standard Oil, yang menjual minyak di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia merupakan miliarder pertama dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai orang terkaya dalam sejarah Amerika, dan mungkin orang terkaya dalam sejarah dunia.[4][5][6][7]
Standard Oil
John D. Rockefeller mendirikan "Standard Oil" (SO) yang bergerak di bidang pertambangan minyak bumi dan penjualan hasil olahannya bersama William A. Rockefeller, kakaknya serta dengan beberapa mitra yakni: Henry Flagler, Jabez A. Bostwick, Samuel Andrews, dan Stephen V. Harkness.
Setelah beberapa tahun berbisnis, produk-produk SO (seperti bahan bakar dan kerosin) makin terkenal dan permintaan masyarakat pun makin banyak, sehingga perusahaan inipun menghasilkan keuntungan yang banyak juga. Tercatat, pada masa jayanya, Standard Oil menguasai 90% pangsa pasar penjualan olahan minyak bumi di Amerika Serikat.
Kekayaan
Kekayaan Rockefeller pun ikut terdongkrak seiring makin cemerlangnya penjualan Standard Oil, dan dalam waktu yang relatif singkat, Rockefeller dapat menjadi orang terkaya di Amerika Serikat, pada waktu itu.
Rockefeller juga berhasil menjadi orang Amerika pertama yang tercatat memiliki kekayaan lebih dari US$1,000,000.
Jika disesuaikan dengan inflasi saat ini, kekayaan Rockefeller sampai ia meninggal, tercatat mencapai USS$336,000,000. Ini pun membuatnya sebagai orang terkaya dalam sepanjang sejarah Amerika, dan bisa jadi dalam sejarah dunia.
Masa Tua
Rockefeller menghabiskan masa tuanya di rumahnya di Westchester County, New York. Sebagian besar kekayaannya, ia gunakan sebagai ajang filantropi dengan mendirikan beberapa lembaga yang pada akhirnya memiliki peran signifikan di bidang kesehatan, pendidikan, dan riset ilmiah. Salah satu lembaga riset medisnya dapat mengembangkan cara untuk memusnahkan virus penyebab demam kuning.
↑Ini adalah nilai bersihnya. Terdapat berbagai anggaran; kebanyakannya berfluktuasi antara 300 dan 400 bilion USD. Walaupun terdapat beberapa sumber yang mendakwa angka yang melampaui seperti 180 bilion atau 660 bilion, sumber yang paling dipercayai dapat memberikan anggaran dalam lingkungan 300-400 bilion. Anggaran ini adalah berdasarkan melihat kepada pecahan KDNK yang dikawal dan disesuaikan untuk KDNK AS saat ini, mereka tidak berdasarkan pelarasan untuk IHP
↑Majoriti sumber mendakwa 1.5%, manakala minoriti 2% daripada keluaran dalam negara kasar Amerika. Kedua-dua peratusan telah diubah menjadi pecahan.[3]