Raja John, mahkota dan tongkatnya secara simbolik dipatahkan dan dengan lambang kosong, tergambarkan dalam Forman Armorial tahun 1562, yang diproduksi untuk Mary, Ratu Skotlandia
John Balliol[1] (ca1249 – 25 November 1314), yang dikenal secara derisif sebagai Toom Tabard (artinya "jubah kosong") adalah Raja Skotlandia dari 1292 sampai 1296. Sedikit yang diketahui tentang masa mudanya. Setelah kematian Margaret, Maid of Norway, Skotlandia memasukki interregnum di mana para pesaing untuk Mahkota Skotlandia saling berebut klaim. Balliol terpilih dari antara mereka sebagai Raja Skotlandia baru oleh sebuah kelompok bangsawan terpilih yang dikepalai oleh Raja Edward I dari Inggris. Edward menggunakan pengaruhnya atas proses untuk mengaungi Skotlandia dan ikut campur dengan pemerintahan pribadi Balliol dengan membuat Skotlandia menjadi vasal Inggris. Pengaruh Edward di Skotlandia terendus dan para bangsawan Skotlandia melengserkannya dan melantik dewan dua belas orang untuk memerintah sebagai gantinya. Dewan tersebut menandatangani sebuah traktat dengan Prancis yang dikenal sebagai Aliansi Auld.
Akibatnya, Edward menginvasi Skotlandia, memulai Peperangan Kemerdekaan Skotlandia. Setelah Skotlandia kalah pada 1296, Balliol turun tahta dan ditahan di Menara London. Kemudian, Balliol dikirim ke Prancis, dan pensiun serta tak mengampil tempat lebih dalam politik. Sktolandia kemudian ditinggalkan tanpa seorang penguasa sampai Robert the Bruce naik tahta pada 1306. Putra John Balliol Edward Balliol kemudian mengeluarkan klaim atas tahta Skotlandia melawan klaim Bruce atas putra Robert David.