Jobbik, Pergerakan untuk Hungaria yang Lebih Baik (bahasa Hungaria:Jobbik Magyarországért Mozgalomcode: hu is deprecated ), umumnya dikenal dengan julukan Jobbik (diucapkan[ˈjobːik]), adalah sebuah partai nasionalisradikalHungaria[27][28] yang menyatakan diri sebagai "partai Kristen yang berprinsip, konservatif dan pada dasarnya patriotik", dengan "tujuan yang mendasar" untuk melindungi "nilai-nilai dan kepentingan-kepentingan Hungaria."[29] Di sisi lain, partai ini telah dianggap sebagai partai "neo-Nazi" dan "antisemit".[30] Dalam pemilihan umum parlemen Hungaria yang diadakan pada tanggal 6 April 2014, partai ini meraup 1.020.476 suara dengan persentase sebesar 20,54%. Maka dari itu, partai ini adalah partai terbesar ketiga di Majelis Nasional Hungaria.
Ideologi
Ideologi Jobbik telah dideskripsikan oleh ahli-ahli politik sebagai ideologi populis sayap kanan dengan strategi yang "bergantung pada kombinasi etno-nasionalisme dengan retorikpopulisme anti-elit dan kritik radikal terhadap institusi politik yang ada saat ini".[31][32]
Namun, Jobbik menolak klasifikasi kiri-kanan dan lebih memilih penggolongan partai politik berdasarkan sudut pandang mengenai globalisasi. Dalam hal ini, partai ini menganggap dirinya sebagai partai yang patriotik.[33] Partai ini juga menolak istilah "kanan jauh" dan memilih label "sayap kanan radikal". Partai ini bahkan telah mengkritik media-media yang menyematkan label "kanan jauh" dan mengancam akan menuntut pihak yang berani melakukan hal tersebut.[34] Pada tahun 2014, Mahkamah Agung Hungaria memutuskan bahwa Jobbik tidak dapat diberi label "kanan jauh" dalam siaran radio atau televisi domestik; tindakan tersebut dianggap sebagai suatu opini karena Jobbik sudah menolak label "kanan jauh".[35]
↑Tove H. Malloy, Joseph Marko.. Minority Governance in and beyond Europe: Celebrating 10 Years of the European Yearbook of Minority Issues. Martinus Nijhoff Publishers, 2014. hlm. 208.
↑Peter Parycek. CeDEM 12 Conference for E-Democracy and Open Government 3–4 May 2012 Danube-University Krems, Austria. 2012. hlm. 233.
↑William M. Downs. Political Extremism in Democracies: Combating Intolerance. Palgrave Macmillan. 2012. hlm. 191.
↑Charles Asher Small. Global Antisemitism: A Crisis of Modernity. Martinus Nijhoff Publishers. 2013. hlm. 226
↑Jobbik signs agreements with other European nationalist groups, MTI, 2009-10-26, diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-10, diakses tanggal 2017-08-29, Hungary's radical nationalist Jobbik party signed an agreement with four international parties to set up the Alliance of European Nationalist Movements, Jobbik deputy leader Andras Balczo said on Saturday.
↑"Jobbik confident of winning EP seat, party leader says". politics.hu (source: MTI). 2009-05-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-10. Diakses tanggal 2017-08-29. Jobbik describes itself as "a principled, conservative and radically patriotic Christian party. Its fundamental purpose is protecting Hungarian values and interests."
↑"Jobbik MEPs to fight for pre-Trianon borders". Politics.hu (MTI). 2009-06-15. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 2017-08-29. Jobbik will demand territorial autonomy for Szekler land in Romania and will also press for Transcarpathia in Ukraine to become an independent Hungarian district, Szegedi said.