Pemecahan Kode di Bletchley Park
Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II, Gordon Welchman dan tiga matematikawan top lainnya direkrut oleh Government Code and Cypher School (GC&CS) dengan tujuan untuk memecahkan Kode Enigma yang digunakan oleh Jerman. Mesin Enigma digunakan oleh Jerman untuk mengenkripsi pesan-pesan mereka, yang mereka yakini tidak dapat dipecahkan.
Pada bulan Juni 1940, Welchman merekrut Joan Clarke untuk bergabung dengan agensi tersebut, menawarkan "pekerjaan menarik." Clarke tiba di Bletchley Park pada tanggal 17 Juni 1940 dan awalnya ditempatkan dalam sebuah kelompok yang terdiri seluruhnya dari perempuan, yang dikenal dengan sebutan "The Girls." Kelompok ini sebagian besar terlibat dalam pekerjaan administratif rutin. Clarke menyatakan bahwa pada saat itu, ia hanya mengetahui satu kriptolog perempuan lain yang bekerja di Bletchley Park.[2]
Joan Clarke akhirnya bekerja dengan Alan Turing di Bletchley Park, khususnya di bagian yang dikenal sebagai Hut 8. Posisi ini sedikit dikenalnya melalui kakak laki-lakinya, Michael. Clarke dengan cepat menjadi satu-satunya praktisi perempuan dalam Banburismus, sebuah proses kriptoanalisis yang dikembangkan oleh Alan Turing. Proses ini membantu mengurangi kebutuhan akan bombes, perangkat elektromekanis yang digunakan oleh kriptolog Inggris seperti Welchman dan Turing untuk menguraikan pesan terenkripsi Jerman selama Perang Dunia II.[5] Promosi pertama Clarke adalah ke posisi Linguist Grade, yang dirancang untuk memberikan tambahan uang meskipun sebenarnya Clarke tidak berbicara bahasa lain. Promosi ini merupakan bentuk pengakuan atas beban kerja yang luar biasa dan kontribusinya yang signifikan terhadap tim di Bletchley Park.[2]
Pada tahun 1941, kapal pukat yang membawa peralatan sandi dan kode Jerman berhasil ditangkap. Sebelum informasi ini diperoleh, serangan kawanan serigala (Wolfpacks) dari kapal selam Jerman telah menenggelamkan sekitar 282.000 ton pengiriman per bulan antara Maret hingga Juni 1941. Namun, pada bulan November 1941, Joan Clarke dan timnya berhasil mengurangi jumlah kerugian pengiriman ini menjadi 62.000 ton,[6] yang menunjukkan keberhasilan signifikan dalam upaya mereka untuk memecahkan kode Enigma dan mengurangi dampak serangan tersebut. Hugh Alexander, yang menjadi kepala Hut 8 dari tahun 1943 hingga 1944, juga memainkan peran penting dalam operasi tersebut, meskipun Clarke dan timnya telah memberikan kontribusi besar dalam memecahkan kode yang krusial selama periode sebelumnya.
Joan Clarke digambarkan sebagai "salah satu Banburist terbaik di bagian tersebut," yang menunjukkan keterampilannya yang luar biasa dalam menerapkan teknik kriptoanalisis Banburismus. Hugh Alexander, yang memimpin Hut 8 pada tahun 1943-1944, serta IJ Good, menganggap proses Banburismus lebih sebagai sebuah permainan intelektual daripada pekerjaan yang berat. Bagi mereka, meskipun proses tersebut "tidak cukup mudah untuk dianggap remeh," tetapi juga "tidak cukup sulit untuk menyebabkan gangguan saraf," menggambarkan bagaimana Banburismus bisa memerlukan keahlian tinggi, tetapi tetap dalam batas yang dapat dikelola tanpa terlalu membebani mental.[7]
Pada tahun 1942, mesin Enigma dengan empat rotor diperkenalkan, yang menghambat upaya dekripsi di Hut 8 dan menyebabkan kapal selam Jerman berhasil menyerang konvoi pengiriman Sekutu lagi. Namun, Joan Clarke, yang memiliki akses ke dokumen kode yang disadap, menemukan bahwa sandi yang sama digunakan pada rotor keempat seperti pada sistem tiga rotor sebelumnya. Penemuannya ini memungkinkan Shaun Wylie untuk memecahkan kode tersebut, yang mengarah pada dekripsi lebih dari satu juta pesan angkatan laut Jerman dari mesin Enigma oleh Hut 8. Selama periode sebelum D-Day, pekerjaan di Hut 8 semakin meningkat, karena tim tersebut bekerja sama dengan Hut 10. Salah satu tugas utama mereka adalah mendekripsi sinyal cuaca Jerman, yang sangat membantu dalam perencanaan serangan bom Sekutu sebelum Pendaratan Normandia. Selain itu, pekerjaan mereka juga mendukung operasi Eksekutif Operasi Khusus, yang meletakkan dasar bagi invasi Sekutu ke Eropa.
Pada tahun 1944, Clarke diangkat menjadi wakil kepala Hut 8, meskipun ia dicegah untuk maju lebih jauh dalam kariernya karena jenis kelaminnya. Selain itu, Clarke juga dibayar lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan prianya, hanya £2 per minggu, mencerminkan ketidaksetaraan gender yang ada pada saat itu.[7]