Jenggawah adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember. Jenggawah terletak di jalur strategis yang menghubungkan pusat kota Jember dengan kawasan wisata pantai di Jember selatan. Pusat kecamatan ini terletak di Desa Jenggawah yang memiliki alun-alun serta Pasar Jenggawah.[1] Desa tersebut terletak di kaki bukit kecil yang ikonik bernama Gunung Jenggawah.[2] Jenggawah adalah salah satu kecamatan yang dikembangkan oleh PTPN X untuk ditanami "Tembakau Bawah Naungan" (TBN), yaitu teknik penanaman tembakau menggunakan waring atau kelambu putih besar untuk menjaga kualitas tanaman.[3][4] Pada tahun 1995, 6 desa di Kecamatan Jenggawah bagian utara dimekarkan menjadi Kecamatan Ajung. Sehingga sekarang tersisa 8 desa yang masih berada di Kecamatan Jenggawah.[5]
Geografi
Peta administrasi Kecamatan Jenggawah
Jenggawah adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian tengah. Jenggawah berada di jalur penghubung Mangli dengan Ambulu. Pusat kecamatan ini terletak di Desa Jenggawah yang berada di ujung utara kecamatan. Geografi Jenggawah berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan perkebunan. Namun Jenggawah juga memiliki titik yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya seperti Gunung Jenggawah di pusat kecamatan serta Gumuk Rase di Desa Kemuningsari. Gumuk Rase sendiri terdapat aktivitas tambang pasir ilegal.[2][6]
Salah satu komoditas perkebunan utama di Jenggawah adalah tembakau. Salah satu varietas tembakau yang populer di Jenggawah adalah Tembakau Besuki Na-Oogst yang ditanam dengan metode Tembakau Bawah Naungan (TBN), yaitu tembakau yang ditanam di bawah waring atau kelambu putih.[3]
Batas wilayah Kecamatan Jenggawah adalah sebagai berikut:[7]