Jembatan Cincin JatinangorFoto Jembatan Cincin Cikuda di Jatinangor pada tahun 2024
Jembatan Cincin Jatinangor adalah jembatan tua peninggalan zaman Belanda yang dibangun pada tahun 1917-1918[1] serta terletak di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.[2]
Sejarah
Jembatan ini dibangun pada tahun 1917 oleh Perusahaan Kereta Api Negara atau Staatsspoorwegen (SS) dengan tujuan sebagai jalur kereta api yang menghubungkan daerah Rancaekek ke Jatinangor, Tanjungsari serta Citali sepanjang 15 kilometer.[3]Jalur tersebut bukan jalur kereta api umum untuk mengangkut penumpang, tetapi sebagai jalur yang dilewati oleh lori yang berisi hasil pertanian serta perkebunan,[1] semisal karet dan teh.[4] Pada awalnya, rencana jalur tesebut dibangun hingga ke Sumedang secara luas namun karena krisis keuangan, jalur tersebut hanya sampai Citali.[4] Pada zaman itu, Jatinangor merupakan kawasan perkebunan yang bernama Maatschappij tot Exploitatie der Baud-Landen[5]
Jembatan ini diresmikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1921.[3]
Konstruksi
Jembatan ini panjangnya 40 meter serta memiliki 11 tiang penyangga serta 10 lengkungan di bawahnya yang mana lengkungan-lengkungan tersebut dinamakan cincin oleh masyarakat setempat yang jika dilihat dari jauh berbentuk seperti separuh cincin raksasa.[3]
Kondisi sekarang
Jembatan ini mulai beralih fungsi pada zaman Jepang[5], dan di zaman sekarang berfungsi sebagai jalan yang menghubungkan antar kampung serta jalur untuk masyarakat umum.[1]
Jembatan ini dapat diakses melalui Jalan Cikuda, Jalan Cisaladah, maupun Gang Mawar.[5]