Jembatan Antasan Pulau Bromo merupakan salah satu ikon baru Kota Banjarmasin yang menghubungkan Kelurahan Mantuil dengan Pulau Bromo di bantaran Sungai Martapura. Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, jembatan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mendukung pengembangan kawasan tepian sungai.
"kawasan Jembatan Antasan Pulau Bromo Mantuil menjadi daya tarik wisatawan" karena memiliki desain yang unik. Jembatan gantung ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan tinggi sekitar 15 meter di atas Sungai Martapura. Keunikannya terletak pada jalur naik dan turun yang "dibuat berputar seperti lingkaran", sehingga menyerupai lintasan roller coaster dan menjadi ciri khas yang menarik minat pengunjung.[1]
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat Pulau Bromo mengandalkan transportasi sungai untuk menuju pusat Kota Banjarmasin. Kehadiran jembatan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai. Nama Pulau Bromo sendiri telah digunakan secara turun-temurun sebagai identitas wilayah dan tidak berkaitan dengan Gunung Bromo di Jawa Timur. [2]
Pemerintah Kota Banjarmasin kemudian mengembangkan kawasan ini sebagai ekowisata untuk meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat. Jembatan Antasan Pulau Bromo sebagai "ikon baru objek wisata di Kota Banjarmasin" yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung . Selain menawarkan panorama Sungai Martapura, kawasan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya sungai masyarakat Banjar serta mendorong pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.[3]