Otista (1968 - 1969)
Berawal dari seseorang yang kenal dengan Jelly Tobing lalu menawarkanya untuk masuk Otista, sebuah band yang menjadi akronim dari Jl. Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Kala itu, Otista sedang menerapkan sistem regenerasi yang diterapkan dahulu oleh Eka Sapta ada Senior dan juga junior. Tahun 1968 itulah, Jelly masuk Otista bagian Junior sebagai pemain bass. Saat pemain gitarnya keluar Jelly menggantikan posisi tersebut.[5]
Suatu saat, Otista senior hendak mengikuti Festival Band di HI. Latihan sudah berjalan tetapi dua hari sebelum festival dimulai pemain drumnya mengundurkan diri karena mau ikut ujian SMA, sempat membingungkan para personilnya. Hingga Mayor Suharyono, selaku bos Otista turun tangan "Tidak usah jauh-jauh cari pemain ini, itu sih Tobing ajah tuh," katanya. "Jadi, Rupanya kalau di tempat kita latihan dia bisa lihat kita, tapi kita gak bisa lihat dia karena ada kaca. Mungkin, dia sering lihat aku set iseng-iseng," begitu kata Jelly Tobing.[6]
Festival dimulai, lagu wajib yang dibawakan adalah Rujak Uleg yang diciptakan oleh Sulis Mulyo Budi dan dinyanyikan oleh Waldjinah, seorang penyanyi Keroncong-Langgam Jawa. Hadir pula Valda dan The Limmars band top kala itu. Hasil akhir, Otista tidak terpilih sebagai juara. Namun, Jelly Tobing terpilih sebagai Drummer Favorite. Hal ini tidak disangkah olehnya sendiri. Ada yang bilang padanya : "Jel, udah luh main di drum aja, soalnya tidak semua orang berkesemptan pemain drum. Kenapa? Kalau pemain gitar, orang desa beli gitar, dia bisa langsung main, sedangkan drum? dulu jamannya susah, masih punya bos. Ya, udah luh drum ajalah," kata temannya. Kebetulan bos mereka, drumnya sudah Premier. Akhirnya, keterusan hingga sampai saat ini.
Otista saat itu, dibawah pimpinan Letnan. TNI Suparman Yusak, Komandan Korps Musik (Korsik) Istana Negara, sebagai pemain Saksofon. Mayor Suharyono, juga sebagai pemain Saksofon. Tahun 1969, bayaran Otista senilai 5000 perak atau Rp.5000 per sekali show. Dengan pembagian perpersonilnya 100-200 perak. Sejak menjadi drummer senior Otista, Jelly sudah tidak tinggal lagi dirumah melainkan dirumah Mayor Suharyono, yang menjadi basecamp Otista. Yang kemudian dimanfaatkan oleh Jelly untuk terus belajar memainkan drum.
Tahun 1969, Jelly diajak oleh Jopie Item, Rully Djohan, dan Albert Sumlang membentuk band dengan nama Dallacks untuk main di Binaria, Ancol. Namun, tidak jadi karena diancam oleh Letnan Suparman : "Berani lu colong si Jelly, ilang dua tangan loh," Katanya sama Jopie Item.