Jelbuk adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di kaki Gunung Argopuro. Jelbuk merupakan pintu masuk Jember dari arah utara dan dilintasi jalan nasional penghubung pusat kota Jember dengan Bondowoso dan Situbondo.[1] Kecamatan Jelbuk dimekarkan dari Kecamatan Arjasa pada tahun 1992 dan berpusat di Desa Jelbuk.[2] Jelbuk merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kabupaten Jember, yaitu sekitar 33 ribu jiwa pada tahun 2024 yang tersebar di 6 desa.[3] Beberapa tempat terkenal di Jelbuk diantaranya Pasar Jelbuk, Air terjun Panduman, Selo Bonang, dan Monumen Perjuangan Mastrip.[4][5]
Geografi
Peta administrasi Kecamatan Jelbuk
Jelbuk adalah kecamatan yang terletak di utara Kabupaten Jember dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso. Jelbuk dilintasi jalan provinsi penghubung Jember dengan Situbondo. Geografi Jelbuk berupa dataran rendah di timur dan dataran tinggi di barat. Bagian barat dari Jelbuk berada di lereng timur Gunung Argopuro. Jelbuk memiliki kawasan perkebunan yang tersebar di seluruh kecamatan. Komoditas di perkebunan tersebut diantaranya kopi, pinus, dan sengon.
Batas wilayah Kecamatan Jelbuk adalah sebagai berikut:[3]