Jean Hogarth Harvey Baker (lahir 9 Februari 1933) adalah seorang sejarawan Amerika Serikat dan profesor emerita di Goucher College, di mana ia menjabat sebagai Bennett-Hartwood Professor of History. Pada tahun 1982, Baker menerima penghargaan fellow dari National Endowment for the Humanities.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Jean Hogarth Harvey lahir pada 9 Februari 1933 di Baltimore, Maryland, dari pasangan Rose Lindsay Hopkins dan F. Barton Harvey, seorang agen asuransi. Ia menempuh pendidikan tinggi di Goucher College, meraih gelar sarjana (B.A.) pada tahun 1961. Selanjutnya, Harvey melanjutkan studi pascasarjana di The Johns Hopkins University, di mana ia meraih gelar M.A. pada tahun 1965, bersamaan dengan sejarawan ternama David Herbert Donald.[2][3]
Ia kemudian menyelesaikan studi doktoralnya di The Johns Hopkins University, memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1971. Pendidikan yang diperolehnya di institusi bergengsi ini membekalinya dengan landasan intelektual yang kuat dalam sejarah Amerika, serta metodologi penelitian yang kritis dan mendalam, yang menjadi ciri khas karya-karya akademiknya.
Karir
Jean Hogarth Harvey Baker memulai karier akademiknya sebagai instruktur sejarah di Notre Dame of Maryland University dari tahun 1967 hingga 1969. Pada tahun 1969, ia bergabung dengan Goucher College sebagai instruktur, kemudian menjadi asisten profesor sejarah (1969–1975), associate professor sejarah (1975–1978), dan pada tahun 1979 diangkat sebagai profesor penuh sejarah hingga 1982, ketika ia memperoleh jabatan Elizabeth Todd Professor of History. Pada tahun 1979, Baker juga menjabat sebagai editor untuk Maryland Historical Magazine, publikasi dari Maryland Historical Society.[2]
Hingga tahun 2018, Baker menjadi profesor emerita di Goucher College dan Bennett-Hartwood Professor of History. Ia juga mengajar kursus di Maryland Correctional Institution – Jessup (MCI-J) melalui Goucher Prison Education Partnership, serta pernah menjadi visiting professor di Harvard College.[3]
Baker adalah anggota Organization of American Historians, American Historical Association, Berkshire Conference of Women Historians, dan Phi Beta Kappa. Buku-bukunya menerima ulasan positif.[2][4]
Ia memiliki peran penting dalam memperjuangkan pengakuan terhadap peran perempuan dalam masyarakat. Dalam pengalamannya, perempuan sering kali dikecualikan dari narasi sejarah dan akademik, dan gerakan perempuan memberinya dorongan untuk mengeksplorasi kekurangan tersebut. Baker menulis kisah tentang para suffragist seperti Lucy Stone, Susan B. Anthony, Elizabeth Cady Stanton, Alice Paul, dan Frances Willard. The New York Times memuji karyanya sebagai “lebih luas dalam lingkup dibandingkan karya sebelumnya dan menggunakan kajian sejarah serta sosiologi feminis yang canggih.”[5]
Dalam rangka peringatan seratus tahun Amandemen Kesembilan Belas, Baker tampil dalam program WYPR's Beyond the Ballot, yang menyoroti kontribusi perempuan Maryland yang luar biasa.