Di kecamatan ini, terdapat pusat produksi golok yang dikenal sebagai golok tarisi, tepatnya di Kampung Cublek dan Kampung Tarisi, Desa Bagoang. Golok ini merupakan kombinasi dari gaya khas Tionghoa Benteng dan Sunda.[4]
Etimologi
Jasinga berasal dari kata Jayasingawarman yang merupakan nama raja pertama dari Kerajaan Tarumanagara.[5] Dengan demikian diperkirakan pusat Kerajaan Tarumanagara pertama kali kemungkinan berada di kawasan Jasinga sekarang. Di desa Pangradin, salah satu desa di kecamatan Jasinga, masyarakat setempat percaya bahwa dahulu kala raja dan para bangsawan sering beristirahat di sebuah bukit yang sekarang bernama Bukit Kaso, yang terletak di kampung Pangradin I, desa Pangradin.[6]