Jarinje adalah salah satu pos perbatasan yang dijaga oleh NATO. Pada Februari 2008, pos perbatasan ditutup setelah etnis Serbia membakar pos di Jarinje dan Brnjak, akibat deklarasi kemerdekaan Kosovo.[1] Kawasan ini sering menjadi area persengketaan di krisis-krisis selanjutnya, seperti pada 2011, 2021 dan 2022.[2] Setelah Persetujuan Brussel, Serbia diperbolehkan menempatkan tentara penjaga mereka di perbatasan.[3] Karena itu, demonstrasi dan pemblokadean sering terjadi di kawasan ini.[butuh rujukan]