Mereka dikenal karena nilai gizinya, karena mengandung lemak tak jenuh ganda tingkat tinggi, yang dianggap bermanfaat bagi makanan manusia. Mereka dimakan di banyak tempat di seluruh dunia. [2] Janggul terkadang dianggap sebagai ikan lainnya; produk yang dijual dibuat dari ikan teri (sejak abad ke-19) dan produk lain yang dijual sebagai dencis terkadang dibuat dari sprat, karena produk asli dulunya kurang mudah diakses.
Referensi
↑Meskendahl, L., J.-P. Herrmann, and A. Temming. "Effects of Temperature and Body Mass on Metabolic Rates of Sprat, Sprattus Sprattus L." Marine Biology 157.9 (2010): 1917–1927. Academic Search Premier. Web. 26 November 2011. p. 1925