Lahir dengan nama Audrey Jane Pinsent pada tanggal 5 Oktober 1924 di Paris, putri dari Gerald Hume Saverie Pinsent (1888–1976), yang kemudian menjadi pengawas umum Kantor Utang Nasional Inggris. Ibunya adalah Katharine Kentisbeare (1884–1949), putri dari Anggota Parlemen Liberal, Sir George Radford.[1][2] In 1949, Ia memperoleh gelar doktor dalam mikrobiologi di Lister Institute, University of London di bawah bimbingan Dr. D. Herbert.[3]
Setelah menerima beasiswa pascasarjana dari Commonwealth Fund, Gibson kemudian menghabiskan satu tahun bekerja dengan C. B. van Niel di Hopkins Marine Station di Stanford University di California di mana ia mengembangkan minat pada bakteri fotosintetik.[3] Sekembalinya ke Inggris, ia bekerja di laboratorium mikrobiologi Profesor Sidney Elsden di Universitas Sheffield. Pekerjaannya di sana melibatkan karakterisasi sitokrom tipe-c dari bakteri fotosintetik.[4]
Saat kuliah di Universitas Sheffield, Audrey Jane Pinsent bertemu calon suaminya, ahli biokimia Quentin Gibson, pada tahun 1951. Mereka menikah dan memiliki empat orang anak. Jane Gibson yang kini bekerja paruh waktu. Pada tahun 1963, mereka beremigrasi ke Amerika Serikat, tempat Audrey bekerja, pertama di University of Pennsylvania dan kemudian, tiga tahun kemudian, di Bagian Mikrobiologi di Universitas Cornell, tempat ia diangkat menjadi Associate Professor dan menjabat sebagai Ketua Sementara pada tahun 1970.[4] Gibson kemudian pindah ke Bagian Biokimia, Biologi Molekuler dan Seluler, dan dipromosikan menjadi Profesor penuh pada tahun 1979.[4]
Penelitiannya difokuskan pada pengangkutan dan pemanfaatan amonia dan senyawa organik kecil lainnya oleh kelompok utama bakteri fototropik, sehingga ia menjadi ahli dalam perawatan dan budidayanya.[3] Gibson juga mempelajari pertumbuhan cyanobacteria, menulis makalah bersama Carl Woese dan George E. Fox yang menunjukkan hubungan evolusi dekat yang dimiliki banyak bakteri gram negatif seperti E. coli dengan bakteri fotosintetik ungu.[4][6] Ia dijadikan profesor purna di tahun 1979 dan pada tahun 1994 ia memenangkan penghargaan Edith Edgerton Career Teaching Award.[1][3][7]
Penelitian Gibson terutama difokuskan pada bakteri fotosintetik hijau. Pada tahun 1984, ia mendeskripsikan spesies baru bakteri sulfur, Chloroherpeton thalassium, yang diisolasi dari sedimen laut yang ditemukan di dekat Woods Hole, Massachusetts.[1][8]
Ketika suami Gibson menderita tukak lambung pada tahun 1969, mereka memutuskan untuk menghabiskan musim panas di Woods Hole. Pada tahun 1970, mereka membeli sebuah rumah dan perahu layar dan menghabiskan 20 tahun berikutnya di sana. Jane Gibson mengajar mata kuliah mikrobiologi musim panas di Laboratorium Biologi Kelautan, sementara suaminya mengumpulkan darah ikan untuk penelitiannya di Universitas Cornell.[7]
Keluarga Gibson pensiun dari Universitas Cornell pada tahun 1996, dan pindah ke Etna, New Hampshire. Mereka menghabiskan bulan-bulan musim dingin di Houston, Texas. Jane Gibson melanjutkan warisan pengajarannya di departemen mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Texas, sementara suaminya bekerja di laboratorium kinetika di Rice University.[7]
Jane Gibson meninggal di rumahnya di Etna pada tanggal 10 Juni 2008, pada usia 83 tahun.[3]
123Olsen, John; Royer, William (June 2011). "Quentin H. Gibson (1918 – 2011)". ASBMB Today. American Society for Biochemistry and Molecular Biology. Diakses tanggal 27 March 2017.
↑Gibson, Jane; Pfennig, N.; Waterbury, J.B. (June 1984). "Chloroherpeton thalassium gen. nov. et spec. nov., a non-filamentous, flexing and gliding green sulfur bacterium". Archives of Microbiology. 138 (2): 96–101. Bibcode:1984ArMic.138...96G. doi:10.1007/bf00413007. PMID11536588. S2CID36223432.