Van Speijk telah menjadi yatim beberapa minggu setelah kelahirannya. Ia bergabung dengan AL Kerajaan Belanda pada tahun 1820 dan berdinas di Hindia Belanda antara tahun 1823-1825. Ia turut serta sejumlah ekspedisi militer ke Bangka, Jawa, dan Bone dan mendapatkan julukan Schrik der Roovers (Teror Bandit).
Kematian
Pada saat pecah Perang Kemerdekaan Belgia, Van Speijk diangkat sebagai komandankapal meriam. Van Speijk melecehkan gerakan kemerdekaan Belgia. Ia pernah mengumumkan bahwa lebih baik ia mati "daripada menjadi Brabander (orang Brabant) yang tak populer". Pada tanggal 5 Februari1831, badai menghantarkan kapalnya ke pelabuhan Antwerpen. Orang Belgia menyerang kapal tersebut dan meminta Van Speijk menurunkan bendera Belanda. Alih-alih berbuat demikian, ia menembakkan pistol (beberapa versi mengatakan ia melemparkan segulung rokok - sedikit saksi mata yang masih hidup) ke arah drum berisi mesiu dan berkata "Dan liever de lucht in" ("Lebih baik meledak sekarang"). Jumlah korban jiwa akibat insiden tersebut tetap tak diketahui, kemungkinan lusinan jiwa. 28 dari 31 anak buah kapalnya tewas dalam ledakan tersebut.