A Catastrophic Event at the Cretaceous–Tertiary Boundary(1981)
Jan Smit (lahir 8 April 1948) adalah seorang paleontolog asal Belanda. Ia dikenal sebagai salah satu pakar yang meneliti peristiwa-peristiwa geologis mendadak dalam sejarah Bumi. Dari tahun 2003 hingga 2013, Smit menjabat sebagai profesor di Fakultas Ilmu Bumi dan Kehidupan, Vrije Universiteit Amsterdam, dengan fokus kajian pada bidang stratigrafi kejadian, yakni studi tentang perubahan cepat yang terekam dalam lapisan batuan, terutama yang berkaitan dengan kepunahan massal.[1]
Ia dikenal luas karena keterlibatannya dalam pengembangan Hipotesis Alvarez, teori yang menjelaskan bahwa kepunahan dinosaurus pada akhir zaman Kapur kemungkinan besar disebabkan oleh tumbukan meteorit besar yang menghasilkan perubahan global yang drastis.
Karier
Smit meraih gelar magister dalam bidang geologi dari Universitas Amsterdam pada tahun 1974. Ia kemudian menyelesaikan studi doktoralnya di universitas yang sama pada tahun 1981 dengan predikat cum laude.
Bidang penelitian utama Smit berfokus pada peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen, yang menandai berakhirnya periode Kapur dan menyebabkan punahnya seluruh dinosaurus non-burung. Ia termasuk di antara para peneliti awal yang mengusulkan gagasan bahwa tumbukan asteroid adalah penyebab utama kepunahan massal tersebut. Disertasinya yang berjudul A Catastrophic Event at the Cretaceous–Tertiary Boundary berkaitan erat dengan teori yang baru saja dipublikasikan oleh Luis dan Walter Alvarez mengenai peristiwa kepunahan tersebut. Penjelasan ini kemudian dikenal sebagai Hipotesis Alvarez, meskipun Smit merumuskannya secara independen dan menerbitkannya setelah itu.
Luis Alvarez pernah menggambarkan Smit sebagai "seorang ahli KT [Kapur–Tersier] yang telah meneliti lebih banyak lokasi KT di dunia dibanding siapa pun".[2] Pada tahun 2019, majalah The New Yorker menyebut Smit sebagai “otoritas dunia” dalam kajian mengenai tumbukan dan peristiwa kepunahan tersebut.[3]