Jalur ini oleh NISM dioperasikan untuk melayani sektor jasa transportasi penumpang serta sebagai angkutan hasil bumi terutama gula dari beberapa pabrik gula: PG Kedaton Pleret, PG Barongan, PG Bantul, dan PG Pundong. Jalur ini ditutup pada 1943–1944 akibat mengalami pembongkaran oleh pekerja romusha Jepang dan kini hanya menyisakan beberapa fondasi jembatan serta potongan-potongan railbed.[2]
Jalur terhubung
Lintas aktif
Tidak terhubung dengan lintasan kereta api aktif mana pun