* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 14 Mei 2026
Jaldecir Jesus dos Santos atau yang akrab dipanggil "Deca" adalah seorang Pemain Sepakbola yang lahir di Rio De Janerio, Brazil pada tanggal 8 Agustus 1972. Posisi bermain Deca adalah sebagai gelandang tengah. Banyak yang berpendapat bahwa Deca merupakan gelandang yang bertipe Deep Lying Playmaker karena kemampuannya dalam mengontrol permainan dari belakang.
Deca adalah kakak kandung dari pemain sepak bola Lexe Anderson.
Karier klub
Mataram Indocement
Deca didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat Mataram Indocement dalam menjalani Divisi Utama Liga Indonesia musim 1995/1996. Selain Deca, dua pemain asing asal Brazil lainnya adalah Jaison Rocha dan Gabriel Moreira Filho. Bersama Inyong Lolombulan dan rekan setim lainnya, Deca membawa Mataram Indocement hingga babak dua belas besar Divisi Utama Liga Indonesia musim 1995/1996. Deca memperkuat Indocement selama 4 musim hingga musim 1998/1999. Deca menggunakan nomor punggung 7 dan 8 selama membela Indocement.
Persebaya Surabaya
Deca bergabung dengan Persebaya untuk berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia musim 2001. Deca berhasil membawa Persebaya hingga babak semifinal. Bersama Persebaya, Deca berhasil menorehkan 10 assist dalam 24 penampilannya. Deca menggunakan nomor punggung 12 saat membela Persebaya selama satu musim kompetisi.
PSS Sleman
Deca mulai bermain bersama PSS Sleman di Divisi Utama Liga Indonesia pada musim 2002. Pada musim 2003 dan 2004, Deca bersama para pemain PSS Sleman lainnya berhasil membawa tim menempati peringkat 4 di Divisi Utama Liga Indonesia. Prestasi itu merupakan pencapaian terbaik dari PSS Sleman selama berlaga di Liga Indonesia hingga saat ini.
Di PSS Sleman, Deca bersama dua pemain Brazil lainnya pada saat itu yaitu Marcelo Braga dan Anderson Da Silva dijuluki sebagai Trio Samba. Pada era itu, PSSI menetapkan bahwa setiap klub hanya boleh memaikan 3 pemain asing dalam satu pertandingan. Di tahun 2004, Deca merekomendasikan adik kandungnya, Lexe Anderson, untuk bermain bersama PSS Sleman. Selama memperkuat PSS Sleman, Deca menggunakan nomor punggung 12.
Persija Jakarta
Persija mendatangkan Deca ke Jakarta untuk mengarungi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2005. Deca bersama Persija mampu mencapai babak Final Divisi Utama Liga Indonesia, walaupun akhirnya dikalahkan Persipura Jayapura dengan skor 3-2. Deca juga membantu Persija mencapai babak Final Copa Dji Sam Soe dan harus mengakui kehebatan Arema dengan skor 4-3. Selama membela Persija, Deca menggunakan nomor punggung 17.
Teresopolis Futebol Clube
Karena permasalahan batasan visa yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia, Deca harus kembali ke Brazil di tahun 2006. Deca bergabung dengan tim lokal Brazil, Teresopolis Futebol Clube.