Film ini merupakan sekuel dari film Bajing Ireng dan Jaka Sembung tahun 1985 yang sangat sukses kala itu, mengikuti kesuksesan film pertamanya, Jaka Sembung Sang Penakluk (1981). Film ini juga adalah film terakhir dari keseluruhan serial film Jaka Sembung.
Sinopsis
Jaka Sembung (Barry Prima) ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dan diasingkan ke Australia. Namun, dalam perjalanan ke Australia, badai ganas menghancurkan kapal. Semua tangan dan penumpang tewas bersama kapal, kecuali dewi laut, Nyi Roro Kidul (Yurike Prastika), menyelamatkan Jaka Sembung dari kematian dan membawanya ke istananya jauh di dalam laut. Sang dewi menginginkan Jaka Sembung tetap di benteng, tetapi dia bersikeras untuk kembali ke tanah airnya untuk melawan Belanda penjajah.
Nyi Roro Kidul akhirnya setuju untuk melepaskan Jaka Sembung dan berjanji akan melepaskannya
bantu dia di saat-saat sulit. Jaka Sembung kemudian melanjutkan untuk melawan Belanda
dengan seni bela diri atau sihir. Dia mendapatkan sekutu, Kiai Mustakim, kepala seorang religius
pesantren yang juga melawan penjajah. Dalam konfrontasi terakhir, Dewi memenuhi janjinya untuk membantu Jaka Sembung.
Film ini juga menampilkan Mandra, aktor komedi tradisional terkenal, sebagai komik relief.
Bagi anda yang ingin menyaksikan film ini, bisa berlangganan Disney+ Hotstar.[2]
Versi luar negeri
Di luar negeri film ini dirilis dengan judul "Jaka Sembung And The Ocean Goddess"