Jagung pod atau jagung liar adalah varietas dari jagung.[1][2] Tanaman ini bukanlah nenek moyang liar dari jagung, melainkan mutan yang membentuk dedaunan di sekeliling setiap biji jagung.[3]
Jagung pod (tunicata Sturt) tidak ditanam secara komersial, tetapi dilestarikan di beberapa daerah.[4]
Jagung pod membentuk gluma di sekeliling setiap biji yang disebabkan oleh mutasi pada lokus Tunicate.[a] Karena penampilannya yang unik, jagung pod memiliki makna religius bagi suku-suku penduduk asli Amerika tertentu.[yang mana?][5]
↑Wingen, L. U., Munster, T., Faigl, W., Deleu, W., Sommer, H., Saedler, H., & Theissen, G.
(2012). Molecular genetic basis of pod corn (Tunicate maize). Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(18), 7115-7120. doi:10.1073/pnas.1111670109
↑Linda Campbell Franklin, "Corn," in Andrew F. Smith (ed.), The Oxford Encyclopedia of Food and Drink in America. 2nd ed. Oxford: Oxford University Press, 2013 (pp. 551–558), p. 553.
↑Lebih spesifiknya, gen yang biasanya hanya berkaitan dengan bagian vegetatif tanaman, yang disebut ZMM19, tampaknya mengalami duplikasi (pada masa pra-Kolumbus), yang menyebabkan munculnya seludang daun pada perbungaan tanaman.Wingen, L. U., Munster, T., Faigl, W., Deleu, W., Sommer, H., Saedler, H., & Theissen, G. (2012), "Molecular genetic basis of pod corn (Tunicate maize)", Proceedings of the National Academy of Sciences, 109 (18), University of Wisconsin, Madison, WI: PNAS: 7115–7120, Bibcode:2012PNAS..109.7115W, doi:10.1073/pnas.1111670109, PMC3344968, PMID22517751 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)