Warna hijau zamrud transparan, disebabkan oleh Kromium (Cr)
Jadeite Lavender
Warna ungu muda, disebabkan oleh Mangan (Mn)
Jadeite Kloromelanit
Warna hijau gelap kehitaman, kaya akan besi
Jadeite Albite
Campuran Jadeite dan Albite, biasanya berwarna hijau apel hingga putih
Jadeite (kadang dieja "Jedaiete") adalah mineralinosilikat yang termasuk dalam kelompok piroksen, dengan rumus kimia NaAlSi₂O₆.[1] Mineral ini merupakan salah satu dari dua spesies mineral yang diakui secara luas sebagai batu giok (jade), bersama dengan nephrite, dan dikenal karena kekerasannya yang tinggi (6.5–7 skala Mohs) serta strukturnya yang tangguh, membuatnya ideal untuk diukir dan dijadikan perhiasan atau artefak sejak zaman prasejarah.[2] Jadeite mengkristal dalam sistem monoklinik dengan kebiasaan kristal prismatik yang jarang ditemukan, lebih sering hadir dalam agregat masif yang berserat atau granular. Warnanya sangat bervariasi, mulai dari putih, hijau apel, lavender, hingga hijau imperial yang paling bernilai tinggi, di mana variasi warna ini disebabkan oleh adanya unsur pengotor seperti kromium, besi, atau mangan.[3] Dengan kilau kaca hingga lilin setelah dipoles, belahan yang baik pada bidang {110}, dan berat jenis antara 3.24 hingga 3.43, jadeite dapat dibedakan dari nephrite yang lebih umum.[1] Secara optik, mineral ini bersifat biaksial positif dengan indeks bias berkisar antara 1.640 hingga 1.673.[2] Jadeite umumnya terbentuk dalam batuan metamorf pada kondisi tekanan tinggi tetapi suhu relatif rendah, seperti pada kompleks subduksi, dan sering ditemukan bersama mineral seperti glaucophane atau lawsonite.[3] Deposit jadeite berkualitas tinggi terutama ditemukan di Myanmar (sumber utama jadeite imperial), Guatemala, Jepang, dan Kazakhstan.